Menu MBG di SD Tanjung Raja Ada Ubi Ungu yang Basi dan Berlendir, 'Untung Belum Dimakan Anak-anak'
Welly Hadinata March 11, 2026 04:27 PM

SRIPOKU.COM, INDRALAYA – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa ubi ungu yang dibagikan kepada pelajar SD di Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, dikeluhkan orang tua siswa karena diduga sudah basi dan tidak layak dikonsumsi.

Keluhan tersebut muncul setelah sejumlah wali murid menemukan kondisi ubi ungu yang berlendir dan mengeluarkan bau tidak sedap atau basi. 

Foto menu tersebut kemudian beredar di media sosial.

Salah seorang wali siswa, Yulisa, mengatakan menu MBG tersebut dibagikan pada Senin (9/3/2026).

Namun setelah diperiksa, makanan itu diduga sudah basi sehingga tidak diberikan kepada anak-anak.

“Ubi ungu basi, berlendir dan bau asem. Untung belum dimakan anak-anak,” ujar Yulisa, Rabu (11/3/2026).

Karena dinilai tidak layak konsumsi, para orang tua terpaksa membuang makanan tersebut.

Mereka juga meminta pihak terkait agar melakukan evaluasi terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa.

“Kami berharap benar-benar diperhatikan. Jangan sampai anak-anak terkena diare atau muntaber,” tambahnya.

Keluhan serupa juga datang dari penerima MBG di Posyandu, di mana orang tua balita memilih membuang ubi ungu tersebut sebelum diberikan kepada anak mereka.

Sementara itu, pihak SPPG Tanjung Raja mengakui adanya menu ubi ungu yang tidak layak konsumsi pada hari tersebut.

Penanggung jawab SPPG Tanjung Raja, Christover, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sekolah dan Posyandu terkait kejadian tersebut.

“Untuk hal ini sudah kami komunikasikan dengan pihak sekolah dan Posyandu. Ada yang meminta penggantian menu MBG, ada juga yang tidak. Kami meminta data jumlah makanan yang tidak layak untuk diganti pada hari Selasa kemarin,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak SPPG juga telah berkoordinasi dengan mitra penyedia untuk menelusuri sumber masalah, apakah berasal dari bahan baku, proses produksi, atau kebersihan peralatan.

“Hal ini akan kami evaluasi agar tidak terulang kembali,” ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.