Kisah Inspiratif Ustaz Muyassir Arif: 17 Tahun Membina Ponpes Darul Istiqamah Manado
Cak Sur March 11, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, MANADO - Sosok Ustaz Muyassir Arif, M.Pd, kini menjadi simbol keteguhan dalam membina pendidikan Islam di Sulawesi Utara.

Selama 17 tahun terakhir, ia mendedikasikan hidupnya sebagai pimpinan Pondok Pesantren (PonpesP Darul Istiqamah Manado, menghadapi berbagai tantangan unik di wilayah yang heterogen.

Lahir dan besar di lingkungan pesantren, Muyassir merupakan putra dari pimpinan pusat Pesantren Darul Istiqamah Maros. Perjalanan akademisnya sangat mentereng, mulai dari LIPIA Jakarta, Universitas Islam Jakarta, hingga menempuh studi S3 di Universitas Muhammadiyah Malang.

Namun, gelar akademik bukanlah kunci utama keberhasilannya, melainkan kemampuan beradaptasi dengan kondisi sosial di Manado.

Saat pertama kali menjabat pada Juli 2009, ia menyadari bahwa konsep pesantren modern yang kaku tidak bisa langsung diterapkan.

Strategi 'Pintu Terbuka' Demi Akidah Santri

Muyassir Arif mengungkapkan, bahwa ia harus mengubah strategi kepemimpinan demi menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat Muslim di Sulawesi Utara. Alih-alih menerapkan seleksi ketat, ia memilih untuk merangkul semua calon santri tanpa memandang latar belakang kemampuan mereka.

  • Tanpa Tes Dasar Agama: Santri yang belum bisa membaca Al-Quran tetap diterima untuk belajar dari nol.
  • Fleksibilitas Ekonomi: Menerapkan sistem subsidi silang bagi santri yang tidak mampu secara finansial.
  • Rangkul Semua Kalangan: Membuka pintu bagi anak-anak yang rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan.

“Ketika yang tidak mampu kami tolak, maka di manalah orang-orang tersebut melanjutkan pendidikan yang rentan dengan godaan akidah? Maka di sinilah tempatnya belajar,” ujar Ustaz Muyassir Arif mengenang masa-masa awal perjuangannya.

Sejarah Ponpes Darul Istiqamah

Ponpes Darul Istiqamah pertama kali didirikan di Maros, Sulawesi Selatan, oleh KH Ahmad Marzuki Hasan. Pesantren ini dikenal dengan visi moderat dan telah memiliki puluhan cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk di Manado yang menjadi salah satu pilar dakwah di wilayah mayoritas non-Muslim.

Di Manado sendiri, keberadaan pesantren ini sangat vital mengingat jumlah lembaga pendidikan Islam serupa yang masih terbatas pada era 2000-an awal.

Kehadiran Muyassir Arif membawa angin segar dengan pendekatan muamalah yang santun dan inklusif terhadap warga sekitar.

Bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya ke pesantren, pendekatan inklusif seperti di Darul Istiqamah bisa menjadi pertimbangan utama. Fokuslah pada pesantren yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap pembentukan karakter dan penjagaan akidah di tengah tantangan zaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.