Jadwal Buka Puasa Kota Jayapura Rabu, 11 Maret 2026 Hari Ini
Nuryanti March 11, 2026 04:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Simak jadwal buka puasa untuk Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Rabu, 11 Maret 2026 hari ini.

Adapun pemerintah RI telah menetapkan 1 Ramadan 2026/1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Di Indonesia yang terbagi atas tiga zona waktu yang berbeda, masing-masing kota besar memiliki jadwal imsakiyah yang berbeda-beda pula, termasuk Kota Jayapura yang berada di zona Waktu Indonesia Timur (WIT).

Setelah menahan haus dan lapar, serta menekan hawa nafsu sejak fajar hingga terbenamnya matahari, waktu berbuka puasa tentu dinanti-nanti oleh umat Muslim.

Jadwal buka puasa penting bagi umat Muslim untuk memahami waktu berbuka puasa yang tepat sesuai tuntunan Islam.

Dengan mengetahui waktu yang dianjurkan, kita tidak hanya mendapatkan kenikmatan berbuka puasa, tetapi juga pahala yang berlimpah.

Berikut ini, jadwal buka puasa khusus Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Rabu, 11 Maret 2026 atau 21 Ramadan 1447 H:

JADWAL BUKA PUASA KOTA JAYAPURA RABU, 11 MARET 2026/21 RAMADAN 1447 H

  • Maghrib: 17:54 WIT
  • Isya': 19:03 WIT
Jadwal Imsakiyah
Rabu, 11 Maret 2026 (21 Ramadan 1447 H)
KOTA JAYAPURA
Imsak 04:19
Subuh 04:29
Zhuhr 11:51
‘Ashr 14:52
Maghrib 17:54
‘Isya’ 19:03
Selengkapnya

Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
 
Ketika menjalankan ibadah puasa Ramadan, menyegerakan berbuka puasa adalah salah satu hal yang sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah berfirman, ‘Yang paling Kucintai dari hamba-hamba-Ku (yang berpuasa) adalah yang paling cepat berbuka puasa’” (HR. At-Tirmidzi).

Baca juga: Tarawih 8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasan Perbedaan Pendapat Ulama

Sementara itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dari kedua hadits tersebut, dapat terlihat bahwa waktu berbuka puasa yang tepat telah ditentukan berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Yakni, segera setelah matahari terbenam dan tidak ditunda-tunda.

Agar dapat berbuka puasa sesuai sunnah Rasulullah SAW, ada lima tanda waktu berbuka puasa yang tepat sesuai tuntunan Islam, berikut rinciannya:

  • Terbenamnya matahari: Tanda paling utama adalah terbenamnya matahari, yang menandai masuknya waktu Maghrib.
  • Adzan Maghrib: Di banyak negara Muslim, adzan Maghrib menjadi penanda pasti waktu berbuka puasa yang tepat.
  • Perhitungan waktu shalat: Menggunakan jadwal shalat resmi yang biasanya mencantumkan waktu berbuka puasa yang tepat.
  • Perubahan cahaya langit: Langit yang mulai gelap di ufuk barat menjadi tanda alami bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.
  • Mengikuti kalender hijriah: Dalam Islam, perhitungan waktu berbuka puasa juga berkaitan dengan kalender hijriah yang menjadi pedoman ibadah. 
BUKA PUASA - Umat muslim mengikuti buka puasa bersama yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Istiqlal menyediakan sebanyak 4.000 hingga 5.000 paket nasi kotak pada hari Senin hingga Kamis sementara Jumat, Sabtu, Minggu disediakan antara 7.000 sampai 10.000 paket nasi kotak sebagai menu untuk buka puasa gratis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
BUKA PUASA - Umat muslim mengikuti buka puasa bersama yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (20/2/2026). Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Istiqlal menyediakan sebanyak 4.000 hingga 5.000 paket nasi kotak pada hari Senin hingga Kamis sementara Jumat, Sabtu, Minggu disediakan antara 7.000 sampai 10.000 paket nasi kotak sebagai menu untuk buka puasa gratis. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ketika berbuka puasa, setelah seharian menahan lapar dan dahaga, umat Muslim hendaknya melafalkan doa berbuka puasa sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT.

Dikutip dari laman resmi mui.or.id, ada lima macam doa berbuka puasa yang bisa dibaca, sebagaimana dipaparkan oleh Imam al-Nawawi (w. 676 H.) dalam karyanya, al-Adzkar:

1. Doa yang berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah

Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)

2. Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab, doa tidak terbatas pada riwayat. Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

3. Riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu

Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)

4. Riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim

Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)

5. Doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.