Diduga Tak Tahan Dimarahi, Bocah di Sinjai Jalan Kaki Belasan Kilometer ke Bulukumba
Saldy Irawan March 11, 2026 05:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI — Seorang bocah asal Bikeru, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, ditemukan berjalan kaki menempuh jarak belasan kilometer hingga ke wilayah Kabupaten Bulukumba.

Bocah tersebut diduga meninggalkan rumahnya pada Senin (9/3/2026) dari Desa Alenangka menuju Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.

Ia ditemukan warga di Jalan Poros Bulukumba–Sinjai dalam kondisi basah kuyup dan tersedu-sedu menangis.

Warga yang menemukannya kemudian menanyakan identitas bocah tersebut.

Saat ditanya, bocah itu menyebut nama orang tuanya, Ramli dan Jume, yang merupakan warga Bikeru, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan.

Setelah ditenangkan dan ditanya mengenai kondisinya, bocah tersebut tetap melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Salassae untuk menemui keluarganya.

Informasi yang dihimpun dari warga Bikeru menyebutkan bahwa bocah tersebut diduga kabur dari rumah karena kerap mengalami kekerasan verbal dari orang tuanya.

“Dia kabur karena tidak tahan dimarahi oleh orang tuanya,” kata Satri, warga Bikeru, Rabu (11/3/2026).

Satri menuturkan, tekanan yang dialami bocah tersebut disebut telah berlangsung cukup lama.

Menurutnya, tidak hanya bocah itu yang diduga mengalami kekerasan verbal, tetapi juga kakaknya.

Keduanya diketahui tinggal bersama ayahnya, sementara ibu kandung mereka saat ini berpisah dan berada di Kabupaten Sidrap.

Saat ini bocah tersebut telah berada dalam pengawasan keluarganya di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba.

Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut. Kapolsek Sinjai Selatan AKP Muh Anwar mengatakan pihaknya tengah menelusuri identitas anak tersebut serta penyebab ia meninggalkan rumah.

“Kami sedang menelusuri identitas anak itu dan permasalahan sehingga ia kabur dari rumah,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar dapat menjadi teladan bagi anak-anak mereka.

“Anak merupakan generasi masa depan yang diharapkan dapat membanggakan keluarga serta berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.