WARTAKOTALIVE.COM - Dua kapal milik Pertamina masih terjebak di zona perang Timur Tengah pada Rabu (11/3/2026).
Sementara dua Kapal Pertamina lainnya berhasil keluar dari Selat Hormuz dengan selamat.
Kapal yang berhasil selamat keluar dari zona perang Timur Tengah yakni PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.
Pihak Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan kedua kapal tanker Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz adalah Kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Adapun kedua kapal tanker tersebut menjadi kapal tanker kebanggaan milik Indonesia.
Dimuat Youtube Pertamina Kapal VLCC atau Very Large Crude Carrier (VLCC) PERTAMINA Pride berlayar pertama kali pada 9 Februari 2021.
Baca juga: Pertamina Ungkap Kondisi Terkini ABK yang Terjebak di Selat Hormuz
Pelayaran pertama dimulai dari JMU Ariake Shipyard, Jepang.
Kapal VLCC PERTAMINA Pride merupakan milik PIS sebagai Sub Holding Pertamina.
Kapal itu dimiliki Indonesia untuk menunjang penyaluran pasokan energi nasional.
Peresmian operasi kapal tersebut ditandai dengan peresmian oleh sejumlah pejabat BUMN saat itu di antaranya Menteri BUMN, Erick Tohir, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, Direktur Utama PIS, Erry Widiastono dan Komisaris Utama PIS, A. Junaedy Ganie.
Peresmian dilakukan di atas kapal yang sedang bersandar di Teluk Semangka Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung pada Kamis, 15 April 2021 lalu.
Selain VLCC Pertamina Pride, Indonesia juga memiliki kapal tanker minyak lain yakni Kapal MT Gamsunoro yang juga milik PT Pertamina.
Kapal Gamsunoro menjadi salah satu dari dua kapal Pertamina yang masih terjebak di Selat Hormuz.
Ternyata bukan kali ini saja Gamsunoro menghadapi bahaya di laut Timur Tengah.
Dimuat Kompas.com Kapal MT Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat disoroti media asing karena berhasil melintasi Laut Merah yang tengah memanas tanpa diserang oleh Houthi.
Pada 17 Januari 2024, Kapal Gamsunoro awalnya sempat menjauh dari perairan Selat Bab Al-Mandab yang merupakan penghubung antara Samudera Hindia dan Laut Merah.
Namun, data pelacakan kapal menemukan bahwa kapal tanker tersebut kembali bergerak masuk ke dalam kawasan perairan tersebut.
Hingga akhirnya Gamsunoro lolos dari maut dan berhasil menyelesaikan proses loading di Pelabuhan Rabigh, Arab Saudi, dan beranjak meninggalkan area Laut Merah untuk berlayar menuju Terusan Suez pada tahun 2024 lalu.