TRIBUNGORONTALO.COM – Rosdiati Usman (55) kini resmi mengemban amanah sebagai Lurah Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, selama hampir dua tahun terakhir.
Kelurahan Padebuolo adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Mayoritas warganya berasal dari suku Gorontalo dengan tradisi huyula (gotong royong) yang masih kuat.
Kelurahan Padebuolo berada pada titik kordinat 0°32′7.66″ Lintang Utara, 123°4′16.20″ Bujur Timur.
Sosoknya menjadi sorotan karena dedikasinya yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan sang ayah di ranah pelayanan publik.
Dunia birokrasi bukan hal asing bagi Rosdiati. Ia merupakan putri dari almarhum mantan Kepala Desa Tamalate yang juga pernah menjabat sebagai Lurah Ipilo selama sembilan tahun.
Meski tidak pernah menyangka akan mengikuti jejak sang ayah, Rosdiati mengaku nilai-nilai keteladanan orang tuanya menjadi kompas utama dalam memimpin wilayah.
"Ayah saya adalah teladan. Saya tidak menyangka bisa mengikuti jejaknya menjadi lurah," ungkap Rosdianti kepada TribunGorontalo.com, Rabu (11/3/2026).
Sebelum terjun ke wilayah, lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Ichsan Gorontalo tersebut memiliki pengalaman panjang di sektor administrasi dan pertanian:
2017: Menjabat Kepala Tata Usaha (KTU) di BPP Dumbo Raya.
2020: Dipercaya sebagai Kasubag Keuangan, Umum, dan Kepegawaian Dinas Pangan.
2021: Dilantik menjadi Lurah Wongkaditi Barat (masa jabatan 1,5 tahun).
2022 – Sekarang: Menjabat sebagai Lurah Padebuolo.
Baca juga: Sosok Angeline Alkatiri Halilović, Wakil Gorontalo di Ajang Puteri Indonesia 2026
Dalam kepemimpinannya di Padebuolo, Rosdiati dikenal sangat memperhatikan kesejahteraan warga. Salah satu terobosannya adalah syarat pelibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan gedung koperasi kelurahan yang sedang berjalan.
"Saya meminta kepada pemborong agar melibatkan orang Padebuolo sebagai pekerja. Alhamdulillah, ada sekitar 8 orang warga kami yang bekerja di sana," jelas istri dari Darswanto Laya ini.
Memimpin kawasan perkotaan diakui Rosdiati memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keberagaman tingkat pendidikan warga hingga masalah fasilitas kantor.
Saat ini, ia tengah memperjuangkan pemindahan kantor lurah Padebuolo yang dinilai sudah tidak layak huni dan rawan kecelakaan karena lokasinya di perempatan curam.
Di sisi lain, ia mengapresiasi tingginya jiwa sosial masyarakat Padebuolo.
Tradisi kerja bakti yang guyub, di mana warga sukarela menyediakan konsumsi, menjadi pemandangan yang membanggakan bagi wilayahnya.
Harapan Menjelang Ramadan
Memasuki bulan suci Ramadan, Rosdiati melihat tren positif pada produktivitas ekonomi warganya, terutama menjamurnya UMKM kue tradisional. Ia berharap semangat kebaikan ini terus terjaga.
"Saya ingin masyarakat Padebuolo serba baik dan semoga kebaikan selalu ada di tengah-tengah kita," pungkas ibu dari Ahmad Renaldi Laya ini. (*)