SERAMBINEWS.COM – Kelompok Perlawanan Islam Irak mengklaim sedikitnya 13 personel militer Amerika Serikat tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak dan kawasan sekitarnya dalam 12 hari terakhir.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis kelompok tersebut, disebutkan bahwa operasi militer terhadap posisi pasukan Amerika terus meningkat sejak pecahnya eskalasi konflik di kawasan Asia Barat.
Baca juga: Iran Pasang Ranjau di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh
“Sebanyak 13 tentara Amerika tewas dan puluhan lainnya terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis,” demikian isi pernyataan kelompok itu.
Perlawanan Islam Irak juga mengungkapkan bahwa mereka telah melancarkan total 291 operasi militer sejak awal perang terbaru di kawasan tersebut.
Operasi-operasi itu disebut menargetkan berbagai fasilitas militer yang digunakan oleh pasukan Amerika.
Dalam 24 jam terakhir saja, kelompok tersebut mengklaim telah melakukan 31 serangan menggunakan puluhan roket dan pesawat nirawak (drone) yang diarahkan ke sejumlah pangkalan yang diduduki militer AS di Irak maupun wilayah sekitarnya.
Sementara itu, laporan dari sejumlah sumber pada Rabu pagi menyebutkan adanya gelombang serangan drone yang menghantam pusat dukungan logistik milik Amerika Serikat di dekat Bandara Internasional Baghdad.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer AS mengenai klaim korban jiwa tersebut.
Serangkaian serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan kelompok-kelompok yang tergabung dalam poros perlawanan di Asia Barat.
Situasi keamanan di Irak dan negara-negara sekitarnya pun semakin memanas, dengan ancaman serangan terhadap pangkalan militer asing dilaporkan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. (*)