Pemkab Kediri Bakal Benahi Pasar Induk Pare, Tambah Lapak Pedagang dan Perbaiki Area Jalan Rusak
Sri Wahyuni March 11, 2026 07:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri berencana menata dan memperbaiki kawasan Pasar Induk Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, di 2026. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi kerusakan di beberapa titik pasar sekaligus mengurai kemacetan akibat aktivitas pedagang lesehan yang semakin bertambah.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan beberapa titik jalan di area pasar mengalami penurunan dan kerusakan. 

Kondisi tersebut terjadi karena aktivitas bongkar muat barang yang cukup tinggi, termasuk kendaraan besar yang masuk ke kawasan pasar.

Menurutnya, aktivitas kendaraan berat yang keluar masuk untuk proses distribusi barang menyebabkan sejumlah ruas jalan di dalam pasar mengalami kerusakan hingga muncul genangan air di beberapa bagian.

"Di beberapa titik seperti tadi ada dua los yang depannya itu agak ada genangan air. Nah ini terjadi penurunan, artinya bongkar muat seperti ini ya. Kendaraan besar masuk, bongkar muat itu menjadikan ruas dalannya rusak," kata Tutik Purwaningsih, usai meninjau pasar pada Senin (9/3/2026) lalu. 

Meski demikian, pihaknya memastikan perbaikan akan dilakukan pada tahun ini.

Penataan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan prioritas kebutuhan serta ketersediaan anggaran.

Selain perbaikan infrastruktur, Disdagin juga akan menambah fasilitas tempat berjualan bagi pedagang lesehan yang selama ini berjualan di pinggir jalan pasar.

Tutik menjelaskan, keberadaan pedagang lesehan yang menggunakan sebagian badan jalan menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan Pasar Induk Pare.

Baca juga: Ratusan Warga Tulungagung Antre Penukaran Uang Baru Dari BI di Masjid Al Munawar

Karena itu, pemerintah daerah berencana menyediakan 11 petak tempat berjualan baru dengan ukuran masing-masing sekitar 5 x 4 meter.

"Sementara kami menyesuaikan anggaran, ada 11 petak dengan ukuran 5x4 meter. Itu kami peruntukkan untuk pedagang-pedagang lesean yang saat ini berjualan di pinggir jalan yang memakan bahu jalan hampir separuh," jelasnya.

Tutik menyebut jumlah pedagang lesehan di pasar tersebut terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Disdagin, awalnya pedagang lesehan hanya sekitar 50 orang. Namun saat ini jumlahnya sudah mendekati 150 pedagang.

Para pedagang tersebut nantinya akan dipindahkan secara bertahap ke lokasi lapak baru yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah.

Penataan tersebut juga akan dilakukan dengan sistem pengelompokan berdasarkan jenis dagangan agar lebih tertata dan memudahkan pembeli.

"Kebetulan yang lesean itu sesuai dengan dagangannya nanti kami grouping. Misalkan di satu lokasi ada beberapa pedagang dengan jenis dagangan yang sama," jelas Tutik.

Selain penambahan lapak pedagang kecil, Pemkab Kediri juga merencanakan pembangunan satu los besar yang diperuntukkan bagi pedagang skala besar di area belakang pasar.

Pembangunan los tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran lebih dari Rp 3,1 miliar.

Saat ini pemerintah daerah masih menyiapkan proses perencanaan teknis atau detail engineering design (DED).

Awalnya penataan pedagang lesehan direncanakan dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri. Namun rencana tersebut akhirnya ditunda hingga setelah Lebaran.

Menurut Tutik, penataan sebelum hari raya dikhawatirkan justru berdampak pada penurunan omzet pedagang karena pembeli harus menyesuaikan lokasi baru.

"Ini awalnya sebetulnya sebelum hari raya, cuma melihat jumlah pedagang dan jual beli terus bertambah akhirnya kami prioritaskan nanti setelah hari raya," katanya.

Tutik berharap penataan tersebut nantinya dapat membuat kawasan pasar lebih tertib, mengurangi kemacetan, serta menciptakan sistem pengelolaan yang lebih transparan.

Selain itu, penataan juga diharapkan dapat meminimalkan potensi praktik pungutan liar karena seluruh aktivitas pedagang akan tercatat dalam sistem pengelolaan pasar yang lebih terkontrol.

"Biar transparan, tidak ada pungli minimal," tandasnya. 

Baca juga: Tren Busana Muslim Lebaran 2026 : Gamis Bini Orang Viral dan Diburu Konsumen

Salah satu pedagang buah alpukat di area pasar tersebut, Riyanto menyambut baik atas solusi yang tengah diberikan pihak dinas.

Bagi dia, saat ini penataan akan bisa menjadi daya tarik bagi pembeli dari luar. 

"Sehingga juga berdampak pada omzet dari kita sebagai pedagang. Kalau tertata jadi rapi," ucapnya. 

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.