Jembatan Kewek Ditutup, Polresta Yogyakarta Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Arus Mudik dan Lebaran 2026
Joko Widiyarso March 11, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satlantas Polresta Yogyakarta telah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas untuk pengamanan Operasi (Ops) Ketupat Progo 2026.

Pihak kepolisian akan fokus melakukan rekayasa kendaraan khususnya kendaraan yang datang dari batas kota menuju jantung Kota Yogyakarta.

Kasatlantas Polresta Yogyakart, AKP Alvian Hidayat, mengatakan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) Ops Ketupat Progo 2025 lalu, terdapat beberapa perbedaan dalam melakukan rekayasa lalin.

Tahun ini kepolisian lalu lintas Polresta Yogyakarta memiliki pekerjaan rumah (PR) berat yakni pengaturan lalu lintas setalah ditutupnya Jembatan Kewek.

Namun tak kalah beratnya rekayasa lalu lintas kendaraan saat momen mudik maupun libur Lebaran, terutama kendaran yang datang dari batas kota.

"Karena adanya penutupan Jembatan Kewek, kami sepakat untuk arus lalu lintas yang berada di seputaran Tugu tetap beruputar ke Kridosono, kemudian naik ke Kleringan tu adalah arus lalu lintas yang sudah berada di dalam wilayah Kota Yogyakarta, maksudnya ya dia memang bukan kendaraan yang baru dari luar atau bangkitan arus besar dari luar, artinya dia sudah menginap di Jogja," jelasnya, saat ditemui, Rabu (11/3/2026).

Bus dari Jalan Solo-Jogja wajib lewat Blok O

Untuk kendaraan yang dari luar perbatasan, pihak kepolisian telah memberlakukan rekayasa arus lalu lintas.

Polresta Yogyakarta telah menyiapkan 50 papan rambu petunjuk jalan tambahan. Fungsinya untuk memudahkan pengemudi yang datang dari luar Kota Yogyakarta.

Misalnya kendaraan yang dari arah timur nanti kalau mereka tetap masih menuju ke arah barat melewati jalur Jalan Solo-Jogja (Ambarrukmo Plaza) ke barat Nanti tidak bisa langsung masuk ke arah Tugu.

"Tapi kami arahkan Galeria ke selatan untuk yang akan mengarah ke Malioboro," jelas Alvian.

Pihak kepolisian akan memasang rambu pengalihan arus di simpang Janti (Jalan Solo-Jogja) untuk menghalau kendaraan bus masuk Kota Yogyakarta.

Bus-bus yang hendak memasuki Kota Yogyakarta khususnya kawasan Malioboro akan dialihkan melalui Blok O dan Gedongkuning.

"Di Janti kami juga sudah ada rambu tambahan, khususnya untuk bus itu wajib mengarahnya ke kiri. Nanti melalui Blok O, gedongkuning ke selatan lagi," jelas Alvian.

Rekayasa dari Jombor ke Jogja 

Alvian menuturkan, kendaraan yang dari arah Jombor menuju ke Jalan Magelang (Pusat Kota) akan diarahkan masuk Ring Road.

"Yang dari Jombor nanti kita arahkan muter ke ring road, karena ring road cenderung akan lebih lancar Kecuali memang sedang ada perbaikan-perbaikan ataupun konstruksi yang di sekitar Kronggahan," ungkap Alvian.

Tetapi manakala kendaraan yang sudah terlanjur masuk ke Jalan Magelang menuju Yogyakarta, ternyata di seputaran Tugu ke Selatan itu padat, arah Kridosono padat, maka nantinya di Simpang Pingit akan ada petugas untuk mengalihkan kepadatan arus kendaraan.

Apabila kepadatan arus kendaraan terjadi dibeberapa ruas jalan yang mengarah ke Malioboro, maka satu-satunya akses kendaraan yang dibuka untuk menuju Malioboro hanya via Jalan Mataram.

"Ketika kondisi padat, maka yang masuk ke Malioboro hanya yang dari Jalan Mataram. Yang dari Kelaringan ataupun Kridosono itu harus muter dulu, ke Jalan Pasar Kembang, Jlagran lalu nanti nyambung ke Jalan Mataram," terang Alvian.

Opsi One Way di Timur Simpang Gondomanan

Dengan rekayasa menggunakan satu akses menuju Malioboro via Jalan Mataram, maka diprediksikan akan terjadi kepadatan kendaraan di simpang Gondomanan.

"Kaarena nanti berujungnya di Simpang Gondomanan, yang dari timur, ketika memang arusnya begitu besar, nanti juga ada rencana rekayasa lintas terkait dengan One Way," jelas pria yang pernah menjabat Kapolsek Kuwus, Polda NTT ini.

One way ini akan diberlakukan diseputaran Gayam ke Barat sampai Bausasran, sampai ke Bioskop Permata.

"Ini plan B untuk pelaksanaan one way, kalau memang arusnya sangat luar biasa, tapi kalau tidak, ya tidak kami laksanakan," terang dia.

Polisi telah memetakan beberapa titik kemacetan selama Ops Ketupat Progo 2026 Kota Yogyakarta di antaranya, simpang Kridosono, Jalan Pasar Kembang, Kawasan Nol Km Yogyakarta hingga simpang Gondomanan.

"Khusus di Jalan Pasar Kembang kami pastikan tidak ada parkir liar yang menggangu arus lalu lintas," tegas Alvian. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.