Bacaan Injil Katolik Kamis 12 Maret 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Gordy Donovan March 11, 2026 06:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak bacaan injil katolik Kamis 12 Maret 2026.

Bacaan injil katolik lengkap renungan harian Katolik.

Kamis 12 Maret 2026 merupakan HARI Kamis Pekan III Prapaskah, Santo Theofanus, Biarawan dan Sejarahwan, Santo Gregorius I, Paus dan Pujangga Gereja, Santo Maximilianus, Martir, Beata Yustina dari Arezzo, pengaku iman, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Kamis 12 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Rabu 11 Maret 2026, Menggenapi Bukan Meniadakan

Bacaan Pertama Yeremia 7:23-28

"Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan."

Beginilah firman Tuhan, “Inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu,

supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan punggungnya dan bukan mukanya.

Sejak nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus menerus.

Tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian; malahan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat daripada nenek moyang mereka.

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.

Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima pengajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah musnah dari mulut mereka.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 95:1-2.6-7.8-9
Ref. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati.

Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.

Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bait Pengantar Injil Yoel 2:12-13

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sabda Tuhan, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.

Bacaan Injil Lukas 11:14-23

"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku."
Sekali peristiwa Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata.

Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”

Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap Kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh.

Jikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya?

Nah, merekalah yang akan menjadi hakimmu! Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagi rampasannya.

Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

Dalam renungan Katolik hari ini, kita diajak merenungkan peristiwa ketika Yesus mengusir setan yang membuat seseorang menjadi bisu. 

Namun, alih-alih bersyukur atas mukjizat itu, sebagian orang justru menuduh Yesus menggunakan kuasa Beelzebul, penghulu setan.

Injil hari ini diambil dari Injil Lukas 11:14-23, sebuah perikop yang menyingkapkan kebenaran penting: hati manusia sering kali lebih sulit disembuhkan daripada tubuhnya.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.

Kuasa yang Membebaskan

Yesus mengusir roh jahat, dan orang yang bisu itu pun dapat berbicara kembali. Orang banyak takjub. Mukjizat terjadi di depan mata mereka. Namun, sebagian orang Farisi berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.”

Betapa ironis. Ketika terang datang, sebagian hati memilih tetap tinggal dalam kegelapan.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita belajar bahwa mukjizat tidak otomatis melahirkan iman. Terkadang, hati yang keras tetap mencari alasan untuk tidak percaya. Mereka tidak menolak fakta, tetapi menolak makna di balik fakta itu.

Yesus menjawab dengan tegas:

“Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa.”

Logika-Nya sederhana. Jika Iblis melawan dirinya sendiri, kerajaannya akan runtuh. Tetapi Yesus bukan datang membawa perpecahan. Ia datang membawa pembebasan.

Hati yang Terbagi Tidak Akan Bertahan

Tidak Ada Netralitas dalam Iman

Yesus berkata dengan sangat jelas:

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”

Kalimat ini menembus kenyamanan kita. Dunia modern sering mengajarkan netralitas: “Yang penting baik saja.” Namun dalam perkara iman, Yesus menegaskan bahwa pilihan itu nyata.

Dalam renungan Injil Lukas hari ini, kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar: Di pihak manakah kita berdiri?

Sering kali kita tidak terang-terangan menolak Tuhan, tetapi juga tidak sepenuhnya menyerahkan hidup kepada-Nya. Kita hadir di gereja, tetapi hati sibuk dengan ambisi. Kita berdoa, tetapi tetap menyimpan kepahitan.

Yesus tidak menghendaki hati yang terbagi. Ia menghendaki totalitas.

“Kesetiaan kepada Tuhan tidak bergantung pada penerimaan manusia.”

Strong Man dan Rumah yang Dijaga

Yesus memakai gambaran tentang orang kuat yang menjaga rumahnya. Selama ia berjaga, hartanya aman. Tetapi jika orang yang lebih kuat datang dan mengalahkannya, seluruh perlindungan runtuh.

Yesus sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri.

Ia adalah Pribadi yang lebih kuat. Kuasa-Nya melampaui segala kuasa gelap. Ia tidak sekadar menyingkirkan roh jahat; Ia menghancurkan klaim kekuasaan mereka.

Dalam refleksi Sabda Tuhan hari ini, kita diingatkan bahwa hidup tanpa Kristus ibarat rumah tanpa penjaga. Kita mungkin merasa aman, tetapi tanpa sadar ada celah yang terbuka.

Ketika hati tidak diisi oleh Tuhan, ia akan diisi oleh sesuatu yang lain: ego, ketakutan, ambisi, atau dosa yang tersembunyi.

Ketidakpercayaan yang Halus

Tuduhan yang Berasal dari Ketakutan
Mengapa orang-orang itu menuduh Yesus? Karena kuasa-Nya mengganggu kenyamanan mereka.

Sering kali kita juga demikian. Ketika Tuhan mulai menyingkapkan kelemahan kita, kita merasa tidak nyaman. Kita mulai membenarkan diri, menyalahkan situasi, bahkan menyalahkan Tuhan.

Dalam renungan Katolik hari ini, kita belajar bahwa iman bukan sekadar percaya ketika segala sesuatu sesuai harapan. Iman sejati bertahan ketika terang Tuhan menyingkapkan sisi gelap kita.

Pertobatan sebagai Pilihan Harian

Renungan ini tidak hanya berbicara tentang kuasa Yesus atas roh jahat. Ini tentang keputusan hati.

Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan kecil:

Memilih jujur atau memutarbalikkan kebenaran.
Memilih mengampuni atau menyimpan dendam.
Memilih doa atau kesibukan tanpa arah.
Yesus berkata, “Siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”

Iman bukan hanya menghindari dosa besar. Iman adalah konsistensi kecil yang membangun kerajaan Allah dalam hidup kita.

Gereja dan Kesatuan Hati

Gereja Katolik mengajarkan bahwa hidup kristiani adalah perjalanan bersama. Kita tidak berjalan sendiri. Kita adalah satu tubuh dalam Kristus.

Namun kesatuan tidak mungkin terjadi jika hati kita terpecah antara dunia dan Tuhan.

Renungan hari ini mengajak kita memeriksa diri:

Apakah saya sungguh-sungguh bersama Kristus?

Ataukah saya hanya “cukup dekat” tetapi tidak sepenuhnya menyerahkan hidup?

Tuhan yang Lebih Kuat

Ada penghiburan besar dalam Injil ini.

Yesus adalah Pribadi yang lebih kuat. Tidak ada dosa yang terlalu gelap. Tidak ada kebiasaan buruk yang terlalu mengakar. Tidak ada masa lalu yang terlalu rusak.

Ketika kita membuka hati, Ia masuk sebagai penjaga yang kuat. Ia memulihkan, menata ulang, dan menjaga rumah jiwa kita.

Dalam renungan harian Katolik ini, kita belajar bahwa keselamatan bukan hasil kekuatan kita, tetapi karena Kristus yang bertindak.

Refleksi Pribadi

Mari kita merenungkan beberapa pertanyaan:

Apakah saya pernah meragukan karya Tuhan karena tidak sesuai logika saya?
Apakah hati saya sepenuhnya milik Kristus?
Area mana dalam hidup saya yang belum saya serahkan kepada-Nya?
Tuhan tidak memaksa. Ia menunggu keputusan kita.

Jika renungan harian Katolik ini menguatkan hatimu, bagikan kepada sahabat yang sedang membutuhkan penghiburan Tuhan hari ini.

Doa Penutup

Tuhan Yesus, Engkaulah Pribadi yang lebih kuat. Masuklah ke dalam rumah hatiku. Hancurkan segala yang tidak berasal dari-Mu. Jagalah pikiranku, perkataanku, dan tindakanku. Ajarlah aku untuk sepenuhnya bersama-Mu. Amin.

Ditulis oleh Andreas Leman, penggiat konten refleksi iman Katolik dan spiritualitas harian. (sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.