Sosok Hernawan Bekti Sasongko, Kandidat Komisioner OJK yang Ikut Fit and Proper Test di DPR
M Zulkodri March 11, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM--Komisi XI DPR RI menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (11/3/2026).

Sebanyak 10 nama calon komisioner akan menjalani proses seleksi yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, mengatakan dari 10 kandidat tersebut nantinya akan dipilih lima orang yang akan ditetapkan melalui Rapat Paripurna DPR pada Kamis (12/3/2026).

“Sepuluh nama ini diajukan untuk mengisi posisi anggota dewan komisioner dengan masa jabatan lima tahun sesuai surat presiden yang disampaikan kepada pimpinan DPR,” ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen.

Daftar Calon Komisioner OJK

Sejumlah nama yang masuk dalam daftar calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan antara lain:

  1. Hernawan Bekti Sasongko
  2. Friderica Widyasari Dewi
  3. Agus Sugiarto
  4. Ary Zulfikar
  5. Hasan Fawzi
  6. Darmansyah
  7. Dicky Kartikoyono
  8. Danu Febrianto
  9. Adi Budiarso
  10. Anton Daryono

Para kandidat tersebut akan menjalani proses pendalaman oleh anggota Komisi XI sebelum diputuskan lima nama yang lolos untuk mengisi jabatan strategis di lembaga pengawas sektor keuangan tersebut.

Profil Hernawan Bekti Sasongko

Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah Hernawan Bekti Sasongko.

Ia merupakan lulusan sarjana dari Universitas Kristen Indonesia dan meraih gelar magister dari Royal Melbourne Institute of Technology, Australia.

Karier Hernawan banyak dihabiskan di sektor keuangan, khususnya di Bank Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Senior Economist Bank Indonesia di New York pada periode 2003–2006.

Setelah itu, ia juga menjadi Kepala Divisi sekaligus Analis Ekonomi Senior di Departemen Internasional Bank Indonesia pada periode 2010–2013.

Kariernya kemudian berlanjut di Otoritas Jasa Keuangan. Pada 2016, Hernawan dipercaya sebagai Deputi Komisioner Manajemen Strategis OJK.

Ia juga pernah menjabat sebagai Advisor Senior atau Deputi Komisioner Strategic Committee OJK pada periode 2017–2020.

Selanjutnya, ia mengemban tugas sebagai Deputi Komisioner Internasional dan Riset OJK pada 2020–2022.

Saat ini, Hernawan menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Kliring Berjangka Indonesia sejak 2022 serta menjadi anggota Badan Supervisi OJK sejak 2023.

Harta Kekayaan Hernawan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 21 Maret 2025, total kekayaan Hernawan Bekti Sasongko tercatat sebesar Rp13,93 miliar.

Sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari harta bergerak lainnya senilai sekitar Rp5,16 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp4,54 miliar.

Ia juga memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp3,2 miliar serta kendaraan senilai sekitar Rp1,04 miliar.

Namun demikian, dalam laporan tersebut tercatat Hernawan memiliki utang sebesar Rp23 juta.

Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan Hernawan Bekti Sasongko:

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 3.200.000.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 126 m2/125 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 1.450.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 126 m2/200 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI Rp. 1.750.000.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 1.045.000.000

1. MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 1992, HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000

2. MOBIL, JAGUAR SEDAN Tahun 2000, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

3. MOBIL, MERCEDES BENZ SEDAN Tahun 1994, HASIL SENDIRI Rp. 125.000.000

4. MOBIL, TOYOTA ALPHARD Tahun 2012, HASIL SENDIRI Rp. 595.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 5.160.000.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 4.549.314.000

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 13.954.314.000

III. HUTANG Rp. 23.000.000

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 13.931.314.000

Proses fit and proper test yang digelar DPR akan menjadi penentu bagi para kandidat untuk mengisi kursi Dewan Komisioner OJK yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.