Pilkada Samarinda 2030, Helmi Abdullah Siap Gaspol jika Gerindra Beri Mandat
Budi Susilo March 11, 2026 08:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kursi kepemimpinan Kota Samarinda untuk Pilkada 2030 semakin hangat diperbincangkan.

Di Internal Partai Gerindra sendiri kini telah memunculkan dua kandidat kuat, salah satunya Ketua DPC Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah.

Merespons hal ini, pria yang menjabat Ketua DPRD Kota Samarinda tersebut, secara terbuka menyatakan siap 'gaspol' jika partai memberikan mandat kepadanya untuk maju dalam kontestasi Pilkada mendatang.

Pernyataan ini menyusul adanya sinyal konsolidasi kader yang sebelumnya sempat disinggung oleh Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji.

Baca juga: KPU Sebut Partisipasi Pemilih di Pilkada Samarinda 2024 Mengalami Kenaikan 8 Persen

“Berkenaan dengan wacana pemimpin tahun 2030, ya saya sebagai kader Gerindra apapun nanti arahan partai, apapun keputusannya, ya kita selalu siap. Termasuk mungkin kalau diberi kesempatan untuk maju, ya kita juga siap,” tegasnya, Rabu (11/3/2026) kepada Tribunkaltim.co.

Ia menegaskan, jika pun ada keinginan maju di Pilkada, tentu juga Helmi harus mengukur diri, bekerja dengan kesungguhan dan berorientasi untuk masyarakat.

Ia tak sadar diri, bahwa bukan satu–satunya figur yang tentunya dipilih partai.

Azas demokrasi di internal Gerindra tentu akan dijalankan, serta mendengarkan suara–suara dari anak ranting yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

“Partai juga mungkin nanti pasti survei kan, siapa kader-kader yang layak mungkin yang yang akan muncul nanti ke permukaan. Nah, tentunya kembali lagi kepada kader-kader itu. Kalau dia mau serius, ya dia harus serius juga kan,” sambungnya.

Menariknya, saat ditanya mengenai visi dan program kerja kedepan, jika memang diberi mandat maju di Pilkada Samarinda, Helmi tidak segan melontarkan pujian bagi Walikota Samarinda saat ini, Andi Harun. 

Ia menilai, program unggulan pemerintah saat ini, yakni Probebaya, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, Probebaya menjadi solusi jitu untuk menangani persoalan kecil di lingkungan RT yang selama ini sulit terjangkau anggaran besar.

Meski memuji program yang ada, Helmi mencatat beberapa poin krusial yang tetap harus menjadi prioritas utama pemimpin Samarinda ke depan, di antaranya dalam penanganan banjir, memerlukan perhatian khusus dan skala prioritas yang tinggi.

Kemudian infrastruktur dasar, pembangunan drainase, semenisasi jalan, hingga pembangunan turap sungai.

Terakhir, pendidikan dan kesehatan, tetap menjadi pilar utama yang bersentuhan langsung dengan warga.

“Kalau kita bicara program kalau bagus ya kenapa harus malu kita mencontohnya kan? Nah, kalau ada program-program yang bagus ya tentu akan kita lanjutkan. Termasuk mungkin salah satunya program Probebaya itu kan. Karena saya lihat itu program pemerataan di seluruh lingkungan RT kan yang terasa. Saya sendiri melihat ketika kita musrenbang itu ketika ada permintaan-permintaan warga atau RT itu kan cukup yang hal-hal yang kecil bisa di-handle oleh program Probebaya itu,” bebernya.

Bagi Helmi, menjadi pemimpin bukan sekadar menebar janji manis saat kampanye, melainkan keberanian untuk melakukan eksekusi nyata di lapangan.

"Pemimpin itu harus bermanfaat. Harus rajin turun ke lapangan mendengarkan keluhan, lalu langsung eksekusi, bukan janji," pungkasnya optimis. (*)

 

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.