TRIBUNJABAR.ID - Belum lama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyinggung rencana perbaikan jalan Cianjur - Purwakarta.
Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam kegiatan Sore Panineungan yang berlangsung pada Sabtu (7/3/2026), di Bale Sawala Yudistira.
Di sela-sela pidatonya, Dedi Mulyadi menginstruksikan Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian untuk melakukan perbaikan jalan di beberapa titik di wilayahnya.
Satu di antaranya, Dedi Mulyadi menyampaikan perintah agar Bupati Cianjur juga segera melakukan perbaikan pada ruas Jalan Cianjur - Purwakarta.
“Harus bagus ini dari perbatasan Cirama Hilir Girang - Cianjur, tahun ini ada anggarannya? Kalau tidak dianggarkan, jalan yang 3 paket tidak akan saya kasihkan,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari tayangan Instagram urangpurwakarta.id, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi ketika Dicegat Puluhan Mahasiswa yang Demo Banjir di Kota Bekasi
Dedi Mulyadi meminta agar perbaikan jalan harus berkualitas baik.
Gubernur Jabar itu juga ingin ketika dirinya melewati jalan tersebut bersih dari sampah.
Sebagai informasi, ruas jalan Cianjur - Purwakarta merupakan perbatasan yang masih jarang terjangkau.
Perbatasan antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Purwakarta ini secara geografis terletak di sisi utara Cianjur.
Titik perbatasannya yang paling dikenal ditandai jembatan dan aliran Sungai Citarum dan Bendungan Cirata.
Sisi utara ini merupakan wilayah Kecamatan Maniis, Purwakarta, sementara sisi selatan masuk ke wilayah Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur.
Jalur ini merupakan jalan aspal pegunungan yang berkelok-kelok dengan pemandangan langsung ke Waduk Cirata.
Pengendara sering menggunakan jalur ini sebagai rute alternatif dari Purwakarta menuju Cianjur (arah Puncak/Cipanas) untuk menghindari kemacetan di Padalarang atau Puncak.
Menurut kondisi terkini, perbatasan jalan Cianjur - Purwakarta terdapat banyak lubang dan jalan rusak tepatnya di sepanjang Citiis hingga Datarandu.
Jalan rusak tersebut cukup berbahaya jika saat melaju kecepatan tinggi lalu menginjak salah satu lubang tersebut bisa menyebabkan kecelakaan.
Terlebih di jalan ini juga masih minim penerangan.
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sempat membocorkan rencana pembangunan jalan leucir tahun anggaran 2026.
Momen ini terungkap saat Dedi Mulyadi melakukan touring menelusuri jalan ke wilayah Selatan Jawa Barat dari Cianjur hingga Pangandaran, beberapa waktu lalu.
Lewat sebuah video unggahan terbarunya di Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi membagikan video saat dirinya touring bersama beberapa kepala daerah, Bupati/Wali Kota dan beberapa jajaran pemerintahan di Jawa Barat.
Sembari istirahat setelah menyusuri jalan, Dedi Mulyadi memuji kini sebagian pembangunan jalan di Jawa Barat di bawah sudah mulus.
“Waduh jalannya keren banget ya,” ungkap Dedi Mulyadi takjub.
Baca juga: Viral Emak-emak di Pelabuhan Ratu Teriak Protes Jalan Rusak ke Dedi Mulyadi, Langsung Direspons
Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat itu juga mengungkap ciri khas jalan Jawa Barat ditandai garis jalan sisi kiri dan kanan berwarna kuning.
Selain itu, kata Dedi Mulyadi, garis kuning tersebut juga sebagai tanda yang membedakan dengan jalan Kabupaten sebelumnya dengan jalan provinsi Jawa Barat.
Di sela-sela waktu istirahatnya, Dedi Mulyadi berbicara dengan jajaran direksi pekerjaan umum (PU) soal pembangunan jalan Provinsi Jawa Barat.
Satu di antaranya terkait pembangunan jalan jalur selatan di mulai dari Sindang Barang hingga Cibeber, Cianjur.
Kepada Dedi Mulyadi, Dinas PU Jabar itu menjelaskan bahwa realisasi pembangunan jalan provinsi pada tahun 2025 berjarak 110 km.
Panjang jalan yang dibangun pada tahun 2025 tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 35 miliar.
Adapun untuk perbaikan jalan provinsi tahun 2026 ini menghabiskan Rp35 miliar.
“Tahun 2026 belum ada anggaran sih pak,” ujar salah satu Dinas PU tersebut.
Kemudian Dedi Mulyadi menanyakan berapa jarak jalan yang masih dalam kondisi rusak dan harus diperbaiki.
Direksi PU Jabar itu pun mengungkap kondisi jalan yang masih rusak sekira 16 km.
Ia memperkirakan anggaran yang diperlukan untuk perbaikan jalan dengan jarak tersebut sekira Rp30 miliar jika berkala sedangkan rekon Rp60 miliar.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan untuk melanjutkan perbaikan jalan yang tersisa masih rusak tersebut.
Dedi juga meminta agar Dinas PU Jabar itu juga memperhatikan drainase jalan.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya mengungkap respons soal hasil survei kinerjanya selama 1 tahun menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Mulanya, Dedi Mulyadi menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi masyarakat Jawa Barat.
Dedi menilai bahwa angka hasil survei tersebut bukan angka keberhasilan pembangunan tapi angka kecintaan Warga Jawa Barat.
Dedi menyebut bahwa perjalanan pembangunan lah yang membuat Warga Jawa Barat itu puas.
Dedi Mulyadi mengungkap bahwa masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan Pemprov Jawa Barat yang belum bisa memuaskan seluruh masyarakat.
Dedi menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat bahwa tekanan fiskal menjadi kendala utama dalam menjalankan optimalisasi seluruh layanan.
Karena hal itu, kepuasan masyarakat belum seluruhnya terwujud dalam bentuk pelayanan yang nyata.
“Masih banyak Warga Jawa Barat yang hari ini akses jalannya masih jelek di ujung-ujung desa,” ujarnya.
Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Hasil Survei Kinerjanya Capai 95,5 Persen, Ungkap Sejumlah PR Gubernur
Selain itu, Dedi mengatakan masih banyak masyarakat yang juga mendapatkan akses pelayanan pendidikan secara merata.
Lalu, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan secara terbuka.
Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengatakan masih banyak pengangguran di Jabar.
“Hal ini menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kita bersama,” ujarnya.
Kemudian Dedi mengajak Warga Jawa Barat untuk bersama-sama melakukan perbaikan, penataan Provinsi Jawa Barat.
Sektor yang Memuaskan Masyarakat
Dilansir dari Humas Jawa Barat, selama setahun memimpin, Gubernur yang akrab disapa KDM itu memiliki proyek strategis.
Berdasarkan hasil survei tersebut, disebutkan bahwa mayoritas responden menyatakan puas terhadap 3 sektor, di antaranya:
Program Jalan Leucir
Dalam setahun kinerjanya, Dedi Mulyadi menjalankan program Jalan Leucir, yaitu program percepatan perbaikan jalan provinsi, fokus ruas rusak berat, standar ketabalan dan kualitas diperketat dan perbaiakan bertahap di kabupaten/kota di Jawa Barat.
Proyek Strategis Jalan Leucir
Bagi Dedi Mulyadi, infrastruktur bukan hanya soal jalan mulus tapi juga soal akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Program jalan leucir tersebut dianggap menjadi dampak paling nyata, di antaranya akses layanan bisa menjadi lebih cepat, distribusi logistik lebih lancarm UMKM lebih mudah kirim barang dan akses ibu hamil dan anak ke fasilitas kesehatan lebih aman.