Antisipasi Kepadatan Kendaraan dan Penumpang, ASDP Kurangi Waktu Bongkat Muat di Tanjung Kalian
Hendra March 11, 2026 09:03 PM

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- PT ASDP Indonesia Ferry Tanjungkalian Mentok menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan penumpang di pelabuhan penyeberangan jelang arus mudik Lebaran Idulfitri.

Langkah tersebut mulai dari mengurangi waktu bongkar muat kapal feri hingga meminta para penumpang agar tidak datang terlalu cepat ke pelabuhan guna menghindari penumpukan kendaraan di area parkir.

General Manager ASDP Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Agustinus Cahyo, mengatakan untuk mengatasi kepadatan skenarionya dengan melakukan penambahan trip kapal. Normalnya hanya sembilan kapal, namun saat kondisi padat bakal ditambah menjadi 12 kapal.

"Lalu waktu bongkar muat bisa berkurang. Waktu tunggu kapal yang biasanya 120 menit atau dua jam nanti menjadi 90 menit atau 1,5 jam. Kalau trip normal sembilan kapal, nanti saat kondisi padat bisa 12 kapal beroperasi," kata Agustinus Cahyo kepada Bangkapos.com, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, kapasitas kapal feri berbeda-beda. Ukuran paling besar dapat membawa sekitar 400 orang, sedangkan kapal berukuran kecil sekitar 150 orang.

"Jadi beda-beda kapasitasnya, tidak semua sama. Nanti saat kondisi padat diutamakan kapal besar yang akan beroperasi. Kita berusaha mengurai lebih cepat, sementara dari regulator perhubungan yang mengatur masuk dan keluarnya," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya berharap operasional penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, dapat berjalan lancar. Jika kondisi sesuai jadwal, maka trip kapal dari Tanjungkalian Mentok dapat dilaksanakan sesuai rencana tanpa kendala, termasuk saat proses sandar yang diharapkan tidak memakan waktu lama.

Menurutnya, keterlambatan biasanya terjadi karena kapal harus menunggu kondisi pasang surut air laut. Kapal tidak dapat bersandar jika ketinggian air belum sesuai sehingga harus menyesuaikan dengan kedalaman perairan di pelabuhan tersebut.

"Kalau kendala di sini tidak ada masalah, bisa dimitigasi," terangnya.

Dia meminta masyarakat untuk membeli tiket sebelum memasuki area pelabuhan agar membantu pengaturan arus kendaraan dan penumpang. Calon penumpang sebaiknya menyesuaikan waktu kedatangan dengan jadwal keberangkatan yang sudah diketahui.

Misalnya, jika jadwal berangkat pukul 15.00 WIB, penumpang cukup datang sekitar pukul 13.00 WIB sehingga tidak terlalu lama menunggu di pelabuhan.

"Jangan datang pukul 05.00 subuh terlalu pagi. Nanti diendapkan, menyesuaikan waktu dua jam sebelum keberangkatan. Jangan takut datang belakangan, itu sudah kami atur. Masuk pelabuhan sudah kita urutkan dan jangan beli tiket dari calo, karena mereka menetapkan harga tidak ada standarnya, mereka suka-suka sendiri," tutupnya.

 (Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.