Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Ratusan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Aceh mengikuti kegiatan Open Day dan Pre-Master Course yang digelar oleh Pusat Pembentukan Pendidikan Lanjutan dan Profesional UKMSHAPE Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Universitas Syiah Kuala, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang pengenalan sekaligus pelatihan awal bagi calon mahasiswa yang berencana melanjutkan studi magister (S2) maupun doktoral di UKM, Malaysia.
Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut dihadiri 283 peserta, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta praktisi dari berbagai daerah di Aceh.
Dari jumlah tersebut, 141 peserta secara khusus mengikuti sesi lokakarya Pre-Master Course, yaitu pelatihan yang dirancang untuk membekali calon mahasiswa dengan persiapan akademik sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.
Melalui kegiatan ini, UKMSHAPE memperkenalkan berbagai peluang studi lanjut di Universiti Kebangsaan Malaysia sekaligus memberikan pemahaman mengenai tahapan dan persiapan yang perlu dilakukan oleh calon mahasiswa.
Dalam sesi Open Day, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai berbagai hal penting terkait studi lanjut di UKM, mulai dari persyaratan akademik, pilihan program studi unggulan, hingga standar kemampuan bahasa Inggrisyang menjadi salah satu syarat utama bagi mahasiswa internasional.
Selain itu, sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pelatihan mengenai teknik penyusunan proposal penelitian.
Dalam lokakarya Pre-Master Course tersebut, akademisi dari UKM memberikan panduan praktis tentang cara merumuskan topik riset, menyusun kerangka penelitian yang sistematis, serta menyajikan proposal penelitian yang memiliki kekuatan akademik agar dapat diterima pada program Magister (S2) maupun Doktoral (PhD).
Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, kegiatan ini juga diisi dengan agenda kemanusiaan. Delegasi UKMSHAPE turut menyerahkan sumbangan bagi masyarakat yang terdampak banjir di Aceh sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian sosial.
Dalam kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan secara simbolis Surat Undangan Belajar (Letter of Offer)kepada beberapa calon mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk melanjutkan studi di Universiti Kebangsaan Malaysia.
Penyerahan tersebut menjadi langkah awal bagi para penerima untuk memulai perjalanan akademik mereka di Malaysia.
Seorang peserta kegiatan, Azuardi SH, ME, dalam siaran pers kepada Serambinews.com, Rabu (11/4/2026), menyebutkan menilai kegiatan seperti ini sangat penting bagi pengembangan kapasitas akademisi di daerah.
Menurutnya, forum tersebut membuka wawasan yang lebih luas mengenai peluang pendidikan di tingkat internasional.
“Menurut saya kegiatan seperti ini sangat penting diikuti oleh mahasiswa maupun akademisi, karena membuka wawasan tentang bagaimana proses melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, khususnya di universitas luar negeri.
Banyak informasi yang sebelumnya hanya kita ketahui secara umum, tetapi melalui kegiatan ini dijelaskan langsung oleh pihak universitas,” ujarnya.
Baca juga: Mantan Senator Aceh Fachrul Razi Raih Gelar Doktor Ilmu Politik Ke-39 Universitas Nasional
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi peserta untuk berdiskusi langsung dengan akademisi dari luar negeri sehingga memperoleh gambaran nyata tentang dunia riset dan pendidikan global.
“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa berdiskusi langsung dengan para akademisi dan mendapatkan gambaran nyata tentang dunia riset dan pendidikan global. Hal ini tentu sangat membantu dalam mempersiapkan diri sejak awal,” tambahnya.
Karena berlangsung pada bulan Ramadan, rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Majlis Iftar atau buka puasa bersama yang dihadiri delegasi UKMSHAPE, pihak rektorat Universitas Syiah Kuala, serta para peserta kegiatan.
Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja sama akademik antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Aceh, dapat semakin diperkuat sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi di tingkat internasional serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di masa depan.(*)