TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ribuan orang mengikuti ibadah malam pertama Itikaf di Masjid Raya, Jl Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026) dini hari.
Itikaf adalah rangkaian ibadah yang diisi dzikir, salat sunnah dan doa di 10 malam terakhir ramadan.
Dimulai pukul 01.00 hingga 03.00 jelang waktu sahur.
"Di malam pertama Itikaf, Alhamdulillah jamaah sekitar 10 ribu orang,"kata Sekretaris Yayasan Masjid Raya Makassar, Irfan Sanusi Baco, saat ditemui di kantornya, Rabu (11/3/2026) malam.
"Karena di lantai dasar juga ful hingga di selasar Utara dan Selatan kemudian di lantai dua juga sama, full," lanjutnya.
Momen Itikaf tahun ini di Masjid Raya Makassar, lanjut Irfan Sanusi, spesial.
Baca juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tahajud/ Solat Tahajud di Sepertiga Malam
Sebab, imam yang memimpin jamaah khusus di salat tahajjud ada dua dan berasal dari Mesir.
"Jadi tahun ini spesial karena imam kita untuk salat lail khusus tahajjud, ini dari Mesir," ujar putra dari mendiang AGH KH Sanusi Baco ini.
Kedua imam itu adalah Syekh Muhammad Ashraf Ibrahim Ali Ahmad Abdel Jawad dan Syek Mohammed Ahmed Ahmed Al Syayed.
Keduanya memimpin jamaah salat tahajud, masing-masing empat rakaat.
"Salat tahajjud kan total delapan rakaat. Jadi dibagi menjadi empat rakaat pertama dan empat rakaat kedua, masing-masing imamnya dari Mesir," ujarnya
Irfan Sanusi yang turut ikut dalam pelaksanaan salat lail di malam pertama Itikaf ini, mengaku takjub dengan suara merdu dari sang imam asal Mesir itu.
"Kita larut meski ayat yang dibacakan panjang, itu tidak terasa karena memang merdu lantunannya," ucapnya.
Setelah salat tahajjud, rangkaian ibadah itikaf di Masjid Raya Makassar dilanjut dengan salat tasbih.
Setelah itu, dilanjutkan dengan salat sunnah hajat lalu diakhir dengan salat witir.
Di malam kedua ini, kata Irfan, jamaah yang hadir diprediksi tak sebanyak di malam pertama.
Sebab, kata dia, antusiasme jamaah membludak di malam-malam ganjil.
"Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Lailatul Qadar itu turun di malam-malam ganjil, jadi jamaah yang hadir padat itu bisanya di malam-malam ganjil," katanya.
Pantauan tribun Pukul 22.38 Wita di malam kedua ini, sejumlah jamaah mulai berdatangan.
Ada yang datang sendiri, ada yang bersama teman, sanak keluarga hingga kerabat.
Mereka yang datang lebih dahulu, tampak menunaikan salat tahiyatul masjid lalu mengaji.
Beberapa jamaah lainnya ada juga yang sambil berbaring bahkan terlelap sambil menunggu pelaksanaan salat lail berjamaah.
"Saya datang sama dua orang teman, tapi ada lagi tujuh orang teman yang menyusul sementara di jalan," ucap Fauzan (21) salah satu jamaah yang dihampiri.
Mahasiswa semester 8 Unhas ini, mengaku baru pertama kali mengikuti salat lail di Masjid Raya Makassar pada momen ramadan tahun ini.
"Itikaf pertama semalam saya di masjid dekat rumah. Jadi kalau di Masjid Raya ini malam, baru pertama," sebutnya.(*)