Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Sosok Pengusaha Besar di Balik Kejayaan Djarum dan Como 1907
Wahyu Septiana March 19, 2026 05:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Michael Bambang Hartono, pengusaha besar di balik kesuksesan Grup Djarum sekaligus sosok penting dalam pengembangan klub sepak bola Como 1907, dikabarkan tutup usia pada Kamis siang, 19 Maret 2026, pukul 13.15 waktu Singapura.

Kabar duka ini beredar di lingkungan internal perusahaan dan masih dalam proses konfirmasi lebih lanjut.

Kepergian Bambang Hartono menjadi kehilangan besar, mengingat perannya yang begitu signifikan dalam membesarkan Djarum dari usaha warisan keluarga.

"Telah wafat dengan tenang, Bapak Michael Bambang Hartono pada tgl 19 Maret 2026 jam 13.15 waktu Singapore."

"May he rest in peace ????????????"

Michael Bambang Hartono yang bernama asli Oei Hwie Siang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 2 Oktober 1939. 

Ia merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan rokok Djarum, dan merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia yang mengembangkan bisnis Djarum bersama adiknya, Robert Budi Hartono. 

Sosok Bambang Hartono

Dikutip dari Tribunnews, Michael Bambang Hartono merupakan sosok yang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada 2 Oktober 1939 dan merupakan saudara dari Robert Budi Hartono atau yang lebih dikenal sebagai Hartono Bersaudara.

Bambang Hartono, orang terkaya ke-2 di Indonesia tepergok makan tahu Pong.
Bambang Hartono, orang terkaya ke-2 di Indonesia tepergok makan tahu Pong. (Twitter/ayudh69)

Dikutip dari laman Djarum, ia merupakan lulusan Universitas Diponegoro (Undip) pada tahun 1963.

Kariernya di dunia bisnis berawal ketika dirinya dan kedua saudaranya merintis usaha yang diwariskan sang ayah, Oei Wie Gwan.

Adapun usaha yang dimaksud yakni pabrik rokok bernama Djarum Gramophon.

Bambang Hartono pun mulai mengelola pabrik rokok tersebut pada tahun 1951 dan merubah namanya menjadi Djarum.

Seiring waktu berjalan, Djarum pun sukses di pasaran. 

Bahkan, rata-rata produk rokok Djarum di pasar terjual hingga 240 miliar batang per tahun atau 20 persen dari total produksi nasional.

Bambang lantas mulai merambah pasar internasional dan mulai memasarkan produk rokoknya ke mancanegara pada tahun 1972.

Namun, dirinya seakan tidak puas dengan kesuksesan yang diperoleh dari Djarum. Akhirnya dia berinovasi dan muali merambah bisnis lain yakni di bidang properti, hotel, hingga agribisnis.

Selain itu, grup Djarum turut berinvestasi di beberapa startup besar seperti Gojek, Kaskus, Blibli, dan tiket.com.

Bahkan, Bambang dan saudaranya sampai membeli saham mayoritas PT BCA sebanyak 50,24 persen dan membuat mereka sebagai pemiliknya.

Tak sampai di situ, Bambang juga mengambil alih klub sepak bola asal Italia, Como 1907 pada tahun 2019.

Kala itu, Bambang membeli Como ketika klub tersebut berada di Serie D Liga Italia atau kasta keempat dari liga di negara tersebut.

Namun, lewat tangan dinginnya, hanya dalam waktu sekitar 6 tahun, Como kini bertransformasi menjadi klub kuat dan telah berkompetisi di kasta tertinggi yakni Serie A.

Bahkan, Como saat ini bertengger di posisi keempat dengan raihan 54 poin dari 29 pertandingan yang telah dijalani pada musim 2025/2026.

Di sisi lain, sebelum meninggal dunia, Bambang Hartono tercatat memilik harta senilai 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp296,7 triliun, dikutip dari Forbes.

Berita Lainnya

Baca juga: Viral Ratusan Jemaah Laksanakan Salat Idul Fitri di Depok Pagi Ini, Lokasinya di Jalan Juanda

Baca juga: Lengkap & Terbaru, Ini Lokasi Salat Idulfitri 2026 Muhammadiyah di Jakarta, Depok, dan Bekasi

Baca juga: Jadwal Lebaran 2026 Gubernur Pramono: Salat Id di Masjid Istiqlal, Open House di Balai Kota Jakarta

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.