Jakarta Diprediksi Hadapi Cuaca Panas Ekstrem Saat Lebaran 2026, Suhu Tembus 35,6 Derajat Celsius
Wahyu Septiana March 19, 2026 05:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, warga DKI Jakarta diprediksi masih harus menghadapi cuaca panas ekstrem dengan suhu yang sempat menembus 35,6 derajat Celsius.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi suhu tinggi ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga periode Lebaran.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kondisi tubuh, terutama di tengah aktivitas ibadah puasa yang dapat memengaruhi daya tahan fisik.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan, sejumlah masalah kesehatan yang terjadi selama periode cuaca panas ekstrem ini.

Sejumlah gangguan kesehatan mengintai akibat cuaca panas ekstrem, mulai dari heat stroke yang termasuk kondisi darurat medis dengan ciri suhu tubuh meningkat drastis, kulit terasa panas dan kering, hingga penurunan kesadaran.

Selain itu, heat exhaustion juga perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala seperti pusing, mual, sakit kepala, kram otot, serta keringat berlebih.

Tak hanya itu, dehidrasi berat akibat kehilangan cairan tubuh secara signifikan berisiko memicu gangguan ginjal akut.

Paparan panas berlebih juga dapat membebani kerja jantung, memperparah penyakit kardiovaskular dan diabetes, serta menyebabkan masalah kulit seperti ruam panas hingga meningkatkan risiko kanker kulit.

“Warga diharapkan menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026) dikutip dari Tribunnews.

Suhu tinggi ini rentan pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta pekerja luar ruangan.

Masyarakat harus memperhatikan asupan cairan terutama di bulan puasa.

Dengan konsumi air putih yang cukup.

Selain itu, larutan rehidrasi oral atau oralit dapat digunakan untuk menggantikan elektrolit yang hilang, terutama saat dehidrasi sedang hingga berat.

Alternatif lain adalah air kelapa yang mengandung elektrolit alami dan menyegarkan, serta minuman isotonik yang mengandung elektrolit dan sedikit gula untuk membantu pemulihan energi setelah aktivitas berat.

“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” pesan Ani.

Berikut beberapa langkah pencegahan menghindari gangguan kesehatan akibat paparan panas:

1. Menghindari paparan panas terutama pada pukul 10.00 hingga 14.00;

2. Menggunakan topi atau payung saat berada di luar ruangan;

3. Mengenakan pakaian berbahan ringan dan longgar;

4.  Disarankan menggunakan tabir surya minimal SPF 30 pada kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum keluar rumah;

5. Minum air putih minimal dua liter per hari;

6. Konsumsi buah segar yang banyak mengandung air;

7. Kembalikan cairan tubuh yang hilang dengan minuman berelektrolit.

Berita Lainnya

Baca juga: Jakarta Panas! Suhu Udara Tembus 35,6 Derajat Celcius, Simak Imbauan Pemprov DKI

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu 18 Maret 2026: Belum Turun Hujan, Waspada Suhu Panas

Baca juga: Gubernur Pramono Angkat Bicara Jakarta Panas Terik, Suhu Tembus 35 Derajat Celcius

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.