TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kericuhan mewarnai lomba lari antar pemuda yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi kepemudaan di kawasan Belawan, Kota Medan, pada Selasa (17/3/2026) malam.
Peristiwa yang terjadi baru-baru ini diduga dipicu oleh ulah sekelompok pemuda yang sengaja memancing keributan untuk memulai aksi tawuran.
Mengetahui situasi semakin tidak kondusif, panitia pelaksana dengan sigap langsung menghentikan perlombaan dan membubarkan kerumunan pemuda yang hadir.
Insiden tersebut hanya berlangsung singkat sebelum akhirnya dapat dilerai.
Ketua organisasi kepemudaan (Pemuda Pancasila) Kecamatan Medan Belawan, Hadi Suhendra, membenarkan bahwa acara lomba lari yang digelar pada malam hari itu bertujuan mulia, yakni untuk mempersatukan pemuda-pemudi di wilayahnya yang kerap terlibat perselisihan dan tawuran.
"Awalnya berjalan dengan baik. Adik-adik dan masyarakat yang menonton semuanya bahagia. Banyak yang meminta agar kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan," ujar Hadi Suhendra saat ditemui Tribun Medan, Kamis (19/3/2026).
Namun, ia mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak diinginkan. Saat kericuhan pecah, Hadi mengaku sedang berada di dalam kantor dan tidak melihat langsung kejadiannya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kericuhan dapat dilerai dalam hitungan menit dan tidak berlanjut.
"Tapi framing di media yang kita lihat, seolah-olah ini kejadian cukup besar, padahal tidak. Kami cepat menyelesaikan permasalahan dan Alhamdulillah sampai sekarang Belawan masih kondusif," ungkapnya.
"Ini saya buat untuk seluruh kecamatan Medan Belawan agar mereka yang selama ini ribut atau salah paham bisa saling kenal, berkawan, dan menjadi saudara. Harapan saya agar tawuran di Belawan bisa berkurang dan hilang," tuturnya.
Ia juga mencontohkan kegiatan positif serupa yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir di beberapa kelurahan, seperti di Belawan, Bagan, dan Canang.
Menurutnya, kegiatan seperti lari malam dapat menjadi wadah positif bagi pemuda, terutama yang rentan terlibat tindak kriminalitas.
"Dengan kegiatan positif, mereka berkeringat, berkumpul, dan melakukan hal yang bermanfaat. Jika anak muda di Belawan berbuat positif, kriminalitas menurun, dan perusahaan pun akan lebih welcome terhadap warga sini," pungkasnya.
(Cr9/Tribun-medan.com)