Arab Saudi Geram Terus Jadi Sasaran Rudal Iran: Kami Berhak Ambil Tindakan Militer untuk Membalas
Nathanael MoerRahardian March 19, 2026 05:56 PM

- Pemerintah Arab Saudi menyatakan sikap tegas dan mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran. 

Langkah ini diambil setelah wilayah kedaulatan Saudi, termasuk ibu kota Riyadh, menjadi sasaran tembakan rudal balistik Teheran.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan, kepercayaan yang sempat dibangun dengan Iran kini telah hancur total. 

Awalnya Israel menyerang fasilitas energi di ladang gas South Pars, Iran pada Rabu (18/3/2026). 

Iran kemudian bersumpah akan menyerang target minyak dan gas di seluruh Teluk.

Hari itu juga dua kilang minyak milik Arab Saudi terdampak serangan.

Qatar Energy juga melaporkan kerusakan luas setelah serangan rudal di Ras Laffan.

Faisal menuduh Iran melakukan tindakan permusuhan yang direncanakan terhadap negara-negara tetangganya.

"Tekanan dari Iran ini akan menjadi bumerang secara politik dan moral, dan tentu saja kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu," kata Faisal, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (19/3/2026).

Menurutnya, Arab Saudi dan negara Teluk memiliki batas kesabaran yang bisa saja meledak dalam sehari atau satu minggu.

"Kesabaran yang telah kita tunjukkan bukanlah tanpa batas. Bisa jadi satu hari, dua hari, atau satu minggu; saya tidak akan mengatakannya," sambungnya.

Sejak awal perang, Arab Saudi telah diserang oleh ratusan rudal dan drone Iran yang sebagian besar menurut pihak berwenang telah dicegat. 

Namun, serangan terbaru ini menandai pertama kalinya banyak warga kota mendengar ledakan atau menerima pesan peringatan melalui SMS. 

Kementerian pertahanan Arab Saudi mengatakan telah menembak jatuh empat rudal balistik yang menargetkan Riyadh.

Beberapa puing jatuh di dekat kilang minyak di selatan kota itu. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.