SURYA.CO.ID - Idul Fitri semakin dekat, umat Islam bersiap untuk menyambut Hari Kemenangan setelah satu bulan berpuasa.
Mengumandangkan bacaan takbiran Idul Fitri tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga merupakan bentuk rasa syukur dan pengagungan kepada Allah SWT.
Namun bagaimana bacaan yang benar? Berikut adalah rangkuman lengkap bacaan takbiran Idul Fitri, mulai dari versi pendek hingga versi panjang (lengkap).
Ini adalah lafaz yang paling umum dikumandangkan secara berulang-ulang saat malam takbiran maupun sebelum salat Id.
اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ
Teks Latin: Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahu waallaahu akbar Allaahu akbar walillaahil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Baca juga: Sidang Isbat Idul Fitri 2026 Digelar Kamis 19 Maret 2026, Berpotesi Tak Sama
Untuk menambah kekhusyukan, umat Muslim disunnahkan juga membaca versi yang lebih panjang sebagai bentuk pujian yang lebih mendalam.
اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
Teks Latin: Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.. Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw - wa ashillaa. Laa - ilaaha illallallahu walaa na'budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin, walau karihal - kaafiruun, walau karihal munafiqun, walau karihal musyrikun.
Laa - ilaaha - illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, - wa - a'azza - jundah, wahazamal - ahzaaba wahdah. Laa - ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini Kamis 19 Maret 2026, Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri
Berbeda dengan Idul Adha yang berlangsung selama beberapa hari (hari Tasyrik), takbiran Idul Fitri memiliki durasi yang lebih singkat:
Dimulai: Sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal (malam Lebaran).
Berakhir: Saat imam mulai melaksanakan salat Idul Fitri di pagi hari.
Perintah untuk bertakbir setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan tercantum dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Artinya: “...Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (bertakbir) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).