Cerita Perantau Asal Curup Ajak Istri dan Anak Pertama Kali Pulang Kampung Setelah 15 Tahun Merantau
Ricky Jenihansen March 19, 2026 06:38 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Seorang perantau asal Curup, Kabupaten Rejang Lebong, akhirnya pulang kampung setelah 15 tahun merantau di Sukabumi, Jawa Barat, dengan membawa istri dan anaknya yang untuk pertama kali mengunjungi kampung halamannya menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Suasana Terminal Tipe A Simpang Nangka Curup siang itu tampak lebih hidup dari biasanya.

Bus-bus antarprovinsi silih berganti datang dan pergi, membawa cerita para perantau yang kembali pulang.

Di antara keramaian itu, James berdiri sambil sesekali menatap sekeliling, seolah mencoba mengenali kembali kampung yang telah lama ia tinggalkan.

Perjalanan panjang dari Sukabumi menuju Curup ia tempuh bersama istri dan anaknya.

Baginya, mudik kali ini bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga momen yang telah lama ia nantikan.

“Sudah lama tidak pulang, kangen dengan kampung halaman. Kebetulan juga sekarang ada rezeki, jadi sekalian ajak istri dan anak,”sampai James.

Selama 15 tahun merantau, ia mengaku belum memiliki kesempatan untuk kembali.

Kesibukan kerja dan kondisi ekonomi menjadi alasan utama yang membuat rencana mudik selalu tertunda.

Namun tahun ini berbeda.

Ada waktu, ada kesempatan, dan ada rezeki yang memungkinkan ia pulang bersama keluarga kecilnya.

Perjalanan yang ditempuh pun berjalan lancar.

Ia menyebutkan, sepanjang perjalanan banyak kendaraan lain yang juga diduga merupakan para pemudik menuju kampung halaman masing-masing.

“Alhamdulillah perjalanan dari Sukabumi sampai ke Curup lancar,”tambahnya.

Momen mudik tahun ini terasa semakin spesial bagi James.

Sebab, untuk pertama kalinya, ia memperkenalkan kampung halamannya kepada istri dan anaknya.

Curup yang selama ini hanya menjadi cerita, kini menjadi tempat yang benar-benar mereka pijak bersama.

“Ini pertama kali istri dan anak ke Curup. Jadi sekalian ingin memperkenalkan kampung halaman,” jelasnya.

Ia pun berencana menghabiskan waktu Lebaran bersama keluarga besar di Rejang Lebong.

Selain melepas rindu, momen ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga yang selama ini terpisah jarak.

"Sekalian lebaran juga mas,"tambahnya.

Cerita James hanyalah satu dari sekian banyak kisah pemudik yang tiba di Curup menjelang Lebaran.

Sebagian besar dari mereka datang menggunakan bus dari berbagai kota, menempuh perjalanan panjang demi satu tujuan yang sama, pulang.

Pemudik lainnya, Anton, juga merasakan hal serupa.

Ia pulang dari Medan memanfaatkan waktu libur kerja untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.

“Saya pulang karena dapat waktu libur kerja. Ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di sini,”ucap Anton.

Mudik, bagi para perantau, bukan sekadar tradisi tahunan.

Ia adalah perjalanan pulang yang sarat makna, tentang rindu yang terbayar, tentang keluarga yang kembali dipeluk, dan tentang kampung halaman yang tak pernah benar-benar pergi dari ingatan.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.