- Iran melancarkan aksi pembalasan besar-besaran setelah ladang gas South Pars miliknya digempur oleh Israel beberapa waktu lalu.
Serangan yang dilakukan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) ini dilaporkan menargetkan 9 negara sekaligus dalam satu malam pada Rabu (18/3/2026). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran meluas akan krisis energi global yang kini berada di ambang mata.
Sembilan negara yang menjadi target serangan Iran meliputi pusat LNG di Qatar serta fasilitas petrokimia di Arab Saudi. Selain itu, fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Yordania juga turut menjadi sasaran gempuran tersebut.
Tak hanya fasilitas energi dan militer, Iran dilaporkan menyerang kawasan industri serta permukiman sipil di Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, hingga Israel. Serangan balasan ini mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas di wilayah Ramat Gan, Israel.
Dalam operasinya, Iran menggunakan berbagai jenis persenjataan mulai dari rudal balistik, drone, hingga bom cluster. Pihak Qatar Energy menyatakan terjadi kebakaran besar dan kerusakan signifikan pada fasilitas pencairan gas mereka akibat hantaman tersebut.
Otoritas di sejumlah negara terdampak mengecam keras aksi tersebut dan mulai mengambil langkah diplomatik terhadap Iran. Teheran sendiri menyatakan bahwa wilayah-wilayah tersebut menjadi target sah karena dianggap digunakan sebagai basis untuk melancarkan serangan ke wilayah Iran sebelumnya.
Pihak Teheran menilai serangan Israel ke ladang gas South Pars serta operasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai pemicu utama dari eskalasi serangan balasan ini.