Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Jalan Alternatif Lamaran Karawang menuju ke Cikalong perbatasan Subang padat dilintasi pemudik pada Kamis (18/3/2026) sore.
Jalan alternatif itu berada di lajur kiri sebelum Flyover Lamaran Jalan Baru Tanjung Pura Karawang. Pantauan Tribun Bekasi (Warta Kota Network), ribuan pemudik motor maupun roda empat ramai memilih jalur alternatif karena kepadatan yang terjadi di Jalan Pantura Karawang maupun Ruas Tol Jakarta-Cikampek.
Kepadatan di jalur alternatif mulai terjadi di sebelum belokan di bawah flyover Lamaran
Jalan Baru Lingkar Tanjung Pura.
Jalan alterntif ini menjadi pilihan bagi pemudik yang hendak menuju ke wilayah Cirebon Jawa Tengah untuk menghindari kepadatan di Jalan Pantura maupun ruas Tol Japek.
Namun, jalur ini jarak tempuhnya lebih jauh dibandingkan menggunakan jalan pantura. Dari titik Flyover Lamaran menuju ke perbatasan Subang pemudik harus menempuh jarak 45 kilometer. Sedangkan, jika melintasi Jalan Pantura hanya 25 kilometer.
Akan tetapi, karena kepadatan di jalan pantura, jalan alternatif ini bisa menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan.
Petugas Dinas Perhubungan Karawang, Wynne menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan di jalur arteri sudah terjadi sejak pagi hari dan terus mengalami lonjakan.
“Volume kendaraan terus meningkat sejak pukul 08.00 WIB, didominasi kendaraan roda empat yang memilih jalur non tol, sehingga menyebabkan kepadatan cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika kondisi ini terus berlanjut, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan roda dua ke jalur alternatif guna mengurangi kepadatan.
“Apabila kepadatan terus terjadi, kendaraan roda dua akan dialihkan melalui jalur alternatif dari flyover Lamaran menuju Telagasari, kemudian ke arah Cikalong melalui Cilamaya hingga keluar di perbatasan wilayah Subang dan Karawang,” jelasnya.
Petugas mengimbau kepada para pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama selama arus mudik berlangsung. (MAZ)