- Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengumumkan kesiapan negaranya untuk memasok 1.000 drone pencegat per hari ke negara-negara Teluk yang tengah menghadapi serangan drone Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Zelenskyy dalam pidatonya di parlemen Inggris, di mana ia menegaskan bahwa Ukraina kini memiliki kapasitas produksi drone pencegat hingga 2.000 unit per hari. Rencananya setengah dari jumlah itu akan dialokasikan untuk membantu sekutu, khususnya negara-negara Arab yang kewalahan menghadapi serangan drone jenis Shahed-136 buatan Iran.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan besar dalam strategi pertahanan udara berbiaya rendah di tengah eskalasi konflik kawasan. Negara tersebut kini mengandalkan strategi baru dalam menghadapi serangan udara, yakni menggunakan drone untuk melawan drone. Pendekatan tersebut dinilai lebih murah dan efektif dibandingkan sistem pertahanan konvensional yang bergantung pada rudal berbiaya tinggi.
Satu unit rudal Patriot PAC-3 diketahui memiliki harga sekitar 3,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 59 miliar, sementara drone pencegat jenis “Sting” dapat diproduksi dengan biaya sekitar 2.100 dolar AS atau Rp 35 juta per unit. Drone “Sting” sendiri dirancang menggunakan teknologi cetak 3D, mampu melaju hingga 340 kilometer per jam, menjangkau ketinggian 3.000 meter, serta memiliki sensor pencitraan termal.
Efektivitas strategi ini telah terbukti di lapangan, di mana dalam satu tahun terakhir Ukraina mengklaim berhasil menghancurkan lebih dari 3.000 drone Rusia jenis Geran, yang merupakan varian dari drone Shahed buatan Iran. Pengalaman tempur panjang selama tiga tahun terakhir mendorong Ukraina mengembangkan sistem pertahanan udara yang lebih adaptif, responsif, dan hemat biaya.
Hasilnya, Ukraina kini mampu mencegat sekitar 70 persen serangan drone yang masuk ke wilayahnya melalui integrasi drone pencegat, radar taktis, hingga tim mobile bersenjata. Strategi terintegrasi ini kini dinilai sebagai model baru dalam menghadapi ancaman perang modern berbasis drone di kancah internasional.