Wafat di Singapura, Bos Djarum Michael Hartono Punya Kekayaan Rp 394 Triliun
Daniel Tri Hardanto March 19, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Michael Bambang Hartono, bos PT Djarum, yang wafat di Singapura, Kamis (19/3/2026), merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia.

Total kekayaan pemilik PT Bank Central Asia (BCA) --bersama saudaranya, Robert Budi Hartono-- ini mencapai 24,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 394 triliun.

Majalah bisnis terkemuka asal Amerika Serikat, Forbes, kembali merilis daftar terbaru orang terkaya di Indonesia untuk periode akhir tahun 2025. 

Peringkat ini menjadi rujukan global dalam mengukur peta kekayaan para taipan berdasarkan kalkulasi aset, kepemilikan saham, hingga data keuangan yang terverifikasi. 

Berdasarkan data yang dirilis pada Desember 2025, duo pemilik grup bisnis Djarum, R Budi Hartono dan Michael Hartono, kembali mengukuhkan posisi mereka di peringkat pertama.

Total kekayaan keduanya sebesar 43,8 miliar dolar AS atau setara Rp 734,66 triliun.

Bagaimana sepak terjang Michael Hartono?

Michael Hartono dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik perkembangan PT Djarum. 

Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan dan mengembangkan bisnis keluarga tersebut hingga menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. 

Selain di sektor rokok, Hartono bersaudara juga memperluas pengaruhnya di industri perbankan melalui Bank BCA. 

Mereka mengambil alih bank tersebut dari keluarga Salim setelah krisis ekonomi 1998. 

Langkah ini menjadi titik penting dalam perjalanan bisnis keluarga Hartono, yang kemudian menjadikan BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia. 

Sejak 1970-an, Michael Hartono turut mendorong ekspansi bisnis ke berbagai sektor. 

Grup Djarum merambah industri elektronik melalui PT Hartono Electronic (Polytron), serta sektor furnitur, bahan bangunan, kertas, dan restoran. 

Perusahaan juga memperluas investasi ke sektor digital melalui berbagai anak usaha dan portofolio investasi. 

Di luar dunia usaha, Michael Hartono juga dikenal aktif dalam pengembangan olahraga bridge di Indonesia. 

Ia berperan dalam mendorong cabang olahraga tersebut masuk ke Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang. 

Pada ajang tersebut, ia bahkan turut bertanding dan berhasil meraih medali perunggu. 

Bonus yang diterimanya dari pemerintah kemudian disumbangkan kembali untuk pembinaan olahraga bridge di Indonesia.

Diketahui, Michael Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) di Singapura pukul 13.15 waktu setempat. 

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak perusahaan melalui Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan. 

"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi, Kamis. 

Budi menyebutkan, mendiang akan dimakamkan di Jawa Tengah. 

Namun kini Budi Darmawan tengah menunggu informasi lebih lanjut dari keluarga Hartono. (Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.