Hisab Rukyat, Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Tidak Terlihat dari Manado Sulawesi Utara
Indry Panigoro March 19, 2026 08:22 PM

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Bulan Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat dari Manado, Sulawesi Utara. 

Ini menjadi kesimpulan Sidang Isbat Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah yang dilaksanakan Kemenag Sulawesi Utara di rooftop Mega Trade Center (MTC) Manado, Kamis 19 Maret 2026 petang. 

Proses hisab rukyat ini turut dihadiri Kakanwil Kemenag Sulut, H Ulyas Taha yang juga Ketua PW NU Sulawesi Utara; PW Muhammadiyah, Masrur Mustamat; 
BMKG Stasiun Manado dan para kepala kantor Kemenag kabupaten kota di Sulut. 

Ulyas Taha mengungkapkan, setelah dilakukan pengamatan melalui metode hisab menggunakan teleskop, tidak ada seorang pun yang mengamati bisa melihat bulan baru Syawal. 

"Tadi kita sudah melakukan pengamatan, hasilnya memang hilal tidak terlihat. Hasil Rukyatul Hilal ini kita sampaikan ke Kementerian Agama RI," kata Ulyas. 

Katanya, penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah akan diputuskan dalam Sidang Isbat yang direncanakan pada Kamis 19 Maret 2026 malam ini. 

Hasil Rukyatul Hilal di Manado sendiri telah ditetapkan oleh Masita Olii SHi selalu Hakim Tunggal Pengadilan Agama Manado yang didampingi Panitera, Lisrina Hakim. 

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026

Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Utara, H Drs Masrur Mustamat ME menjelaskan, penetapan ini didasarkan pada ijtihad Muhammadiyah dalam sistem penanggalan kalender internasional, yaitu Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT). 

Berdasarkan data astronomi KHGT, wilayah di dunia yang memenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC menjadi dasar penetapan awal bulan. 

"Oleh karena itu, 1 Syawal 1447 H berlaku secara global sebagai bentuk penyatuan kalender Hijriah di seluruh dunia," kata Masrur kepada Tribunmanado.co.id, Kamis 19 Maret 2027.

Ia menjelaskan, penetapan ini diperkuat secara organisatoris melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, yang tidak hanya menetapkan 1 Syawal 1447 H, tetapi juga mencakup penetapan 1 Ramadan 1447 H, 1 Zulhijjah, 10 Zulhijjah 1447 H, hingga 1 Muharram 1448 H.

KHGT sebagai Keniscayaan Ijtihad

Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender Hijriah global merupakan keniscayaan dalam perkembangan pemikiran Islam. 

Hal ini bukan sekadar gagasan ideal, tetapi sebuah kebutuhan nyata umat Islam di era global. 

Implementasi KHGT merupakan wujud komitmen Muhammadiyah sekaligus menjadi undangan terbuka bagi seluruh elemen umat Islam untuk mengkaji, memahami, dan mengadopsinya secara bersama

"Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita kekuatan untuk menunaikan ibadah Ramadan, dan semoga kita dipertemukan dengan hari kemenangan, Idulfitri 1447 Hijriah," kata Masrur lagi.

Ia berharap, semoga Idul fitri 1447 menjadi momentum mempererat persatuan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kedamaian bagi seluruh umat.

"Kami mengucapkan Minal Aidin wal Faidzin Taqobbalallahu minna wa minkum," ujar Masrur. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.