Gelombang Tinggi Terjang Sebuah Desa di Bolmut, Pohon Kelapa Tumbang dan Permukiman Terkepung Air
Rizali Posumah March 19, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ancaman abrasi di Desa Busisingo Utara, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, kini memasuki tahap yang mengkhawatirkan.

Fenomena alam ini dilaporkan semakin parah dalam sepekan terakhir, di mana hantaman mbak tidak hanya merusak bibir pantai, tetapi juga mulai melumpuhkan aktivitas warga.

Dampak abrasi kini telah meluas hingga ke pertanian dan fasilitas umum.

Luapan air laut dilaporkan merendam lahan persawahan hingga menyebabkan gagal panen, serta masuk ke area rumah ibadah.

Fajrin, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa situasi sulit ini sudah berlangsung selama hampir satu minggu akibat cuaca ekstrem.

"Lima hari ini desa kami diterjang gelombang tinggi sehingga air laut sudah sampai ke persawahan milik warga," kata Fajrin warga setempat, Kamis (19/03/2026).

Menurut pengakuannya, terjangan gelombang biasanya mencapai puncak saat air pasang tiba.

"Biasanya terjadi di jam empat subuh dan jam 4 sore," ujarnya.

Deretan pohon kelapa yang selama ini menjadi benteng alami sekaligus sumber penghasilan warga, kini banyak yang tumbang akibat tanah penyangganya terkikis habis oleh hantaman ombak yang terus-menerus.

Sangadi (Kepala Desa) Busisingo Utara, Syahrir Hassan, membenarkan bahwa kondisi saat ini merupakan salah satu yang paling ekstrem.

Kerugian materiil mulai membayangi warga, terutama para petani.

"Air sudah sampai ke permukiman penduduk. Bahkan sawah-sawah milik warga mengalami gagal panen," sesalnya.

Syahrir juga menambahkan bahwa ketenangan ibadah warga mulai terusik.

Terlebih kata dia, masyarakat Busisingo Utara khususnya yang beragama muslim sedikit terganggu karena Masjid yang ada ikut terendam.

Melihat kondisi yang semakin tidak terkendali, masyarakat setempat menaruh harapan besar pada Pemerintah Provinsi untuk segera melakukan langkah mitigasi atau pembangunan tanggul pemecah ombak.

Nama Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), secara khusus disebut oleh warga agar dapat meninjau langsung nasib mereka.

"Kami mohon Pak Gubernur YSK agar mendengar keluhan kami masyarakat Busisingo Utara," harap warga.

Sangadi Syahrir Hassan menutup dengan peringatan keras bahwa jika penanganan dilakukan terlambat, keselamatan dan ruang hidup masyarakat Busisingo Utara benar-benar berada di ujung tanduk.

"Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir akan mengancam keberlangsungan hidup warga setempat," kuncinya.

Tentang Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan pesisir pantai yang disebabkan oleh tenaga gelombang laut, arus, atau pasang surut yang merusak (destruktif).

Fenomena ini sering disebut erosi pantai, yang menyebabkan garis pantai mundur dan berkurangnya daratan akibat tergerus air laut secara terus-menerus.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.