Doa Silaturrahmi dan Amalan Sunnah pada Hari Raya Idul Fitri
Mawaddatul Husna March 19, 2026 09:53 PM

TRIBUNGAYO.COM - Umat Islam di seluruh dunia akan segera menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. 

Hari Raya Idul Fitri bukan hanya dimaknai sebagai akhir dari ibadah puasa, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.

Tradisi saling berkunjung, berbagi hidangan khas Lebaran menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW mengajarkan kalimat-kalimat baik yang dapat diucapkan kepada sesama muslim saat Hari Raya Idul Fitri. 

Doa ini disebutkan dalam Kitab Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani.

Doa Silaturahmi Idul Fitri

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqabbalallāhu minnā wa minkum

Artinya: “Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian.”

Doa tersebut terdapat dalam riwayat dari Jubair bin Nufair, ia berkata: “Para sahabat Nabi SAW apabila saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan: ‘Taqabbalallāhu minnā wa minkum.’”

Amalan pada Hari Raya Idul Fitri

Kementerian Agama menjelaskan mengenai amalan sunah yang dapat dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri, sebagai berikut.

1. Memperbanyak Takbir

Salah satu amalan utama saat Idul Fitri adalah memperbanyak takbir sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi 1 Syawal.

Hal ini sesuai dengan firman Allah yang artinya, “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Takbir ada dua jenis, yaitu takbir muqayyad yang dibaca setelah shalat dan takbir mursal yang bisa dibaca kapan saja dan di mana saja.

Takbir bisa dikumandangkan di rumah, masjid, jalan, atau tempat lainnya, mulai dari malam Id hingga sebelum shalat Id dimulai.

2. Berhias dan Memakai Pakaian Terbaik

Idul Fitri adalah momen penuh kebahagiaan, sehingga dianjurkan untuk tampil bersih dan rapi.

Caranya bisa dengan mandi, memotong kuku, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik—bahkan lebih utama jika berwarna putih atau pakaian baru.

Anjuran ini berlaku untuk semua orang. Namun bagi perempuan, tetap harus menjaga adab sesuai syariat, seperti menutup aurat dan tidak berlebihan dalam berhias.

3. Makan Sebelum Berangkat Shalat Id

Pada hari Idul Fitri, umat Islam justru dianjurkan makan sebelum berangkat shalat sebagai tanda tidak berpuasa.

Rasulullah SAW mencontohkan makan kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh butir, sebagaimana disebutkan dalam hadis:

"Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

4. Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Rasulullah SAW melaksanakan shalat Id bersama keluarga dan para sahabat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.

Beliau juga mencontohkan dengan mengambil jalan berbeda saat berangkat dan pulang dan mengakhirkan waktu shalat hingga matahari naik setinggi tombak.

Hal ini memberi kesempatan umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah sebelum shalat.

5. Mengunjungi Tempat Hiburan yang Halal

Hari raya juga menjadi waktu untuk bergembira. Rasulullah SAW pernah menemani Aisyah menyaksikan pertunjukan atraksi tombak dan tameng. 

Ini menunjukkan bahwa menikmati hiburan yang baik dan tidak melanggar syariat diperbolehkan di hari raya.

6. Bersilaturahmi ke Rumah Keluarga dan Sahabat

Tradisi saling mengunjungi saat Idul Fitri sudah ada sejak zaman Rasulullah.

Beliau dan para sahabat saling berkunjung, mempererat hubungan, dan mendoakan kebaikan satu sama lain.

Inilah yang menjadi dasar tradisi silaturahmi saat Lebaran hingga sekarang.

7. Saling Memberi Ucapan Selamat (Tahniah)

Hari raya adalah momen penuh kebahagiaan, sehingga dianjurkan untuk saling memberi ucapan selamat.

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun sebagian riwayatnya lemah, namun keseluruhannya bisa dijadikan dasar amalan baik dan termasuk bagian dari syiar kebahagiaan di hari raya. (*)

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 pada 21 Maret, Muhammadiyah 20 Maret

Baca juga: Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Penjelasan Tim Rukyatul Hilal Kemenag

Baca juga: Sah! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.