Bandung (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menyatakan hilal penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di wilayah Jawa Barat tidak terlihat pada proses rukyatul hilal yang dilakukan pada Kamis.
Kepala Kanwil Kemenag Jabar Dudu Rohman mengatakan, hasil pengamatan di tujuh titik di Jawa Barat menunjukkan hilal belum dapat teramati.
“Hasil dari rukyat hilal di Jawa Barat dari tujuh titik, hilal itu tidak terlihat. Seperti yang disampaikan, ketinggian hilal masih jauh dari 1 derajat,” ujar Dudu di Bandung, Kamis.
Ia menjelaskan, tidak terlihatnya hilal disebabkan oleh dua faktor utama, yakni kondisi cuaca yang mendung serta posisi hilal yang belum memenuhi kriteria visibilitas.
“Penyebab hilal tidak terlihat karena faktor cuaca mendung, serta ketinggian hilal yang belum memenuhi syarat,” katanya.
Dudu menyebutkan, pengamatan hilal dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Sukabumi, Tasikmalaya, Subang, Cirebon, Banjar, serta di Observatorium Bosscha dan Observatorium Albiruni Unisba.
Menurutnya, hasil rukyatul hilal dari daerah tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat.
Ia menambahkan, sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah akan dilaksanakan oleh Kemenag RI pada malam hari di Jakarta.
Selain itu, Dudu mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati perbedaan dalam penetapan awal Syawal oleh masing-masing organisasi keagamaan.
“Kami mengimbau agar semua pihak tetap menjaga persatuan, mengedepankan akhlakul karimah, dan tidak saling menyalahkan dalam menyikapi perbedaan,” katanya.
Ia menegaskan, hasil rukyatul hilal dari Jawa Barat menjadi bagian dari laporan nasional yang akan digunakan pemerintah dalam menetapkan awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.







