Bupati Harda dan Wabup Danang Gelar Open House Lebaran di Kediaman Masing-masing
Yoseph Hary W March 20, 2026 12:01 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana Idul Fitri di Bumi Sembada tahun ini dipastikan tetap meriah dengan tradisi silaturahmi. Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa telah merencanakan agenda open house untuk menyapa warga secara langsung di kediaman masing-masing.

Bupati Sleman Harda Kiswaya telah mengonfirmasi dirinya akan menyelenggarakan open house tahun ini. Namun terkait waktu pelaksanaannya, Harda menyebut masih menyesuaikan dengan agenda resmi di Keraton Yogyakarta.

"Rencana kapan, kami masih melihat jadwal Pisowanan Keraton. Ya pasti digelar setelah itu," ujar Harda. 

Menurutnya, open house merupakan tradisi yang tidak boleh dihentikan karena antusiasme warga yang ingin bersilaturahmi sangat tinggi. 

"Karena tradisi ini (open house) kan tidak mungkin ditiadakan atau dialihkan dengan kegiatan apapun. Warga pasti berdatangan, jadi kami harus siap menyambut mereka," ujarnya. 

Berdasarkan jadwal acara yang disusun Pemerintah Kabupaten Sleman, Bupati dan Wabup Sleman bakal menggelar open house di hari Minggu, 22 Maret atau hari ketiga Lebaran jika 1 Syawal jatuh pada 20 Maret.

Untuk lokasinya, Bupati memilih di Dusun Kowanan, Sidoagung, Godean. Sementara Wabup Danang menyelenggarakan open house di rumahnya di Beran Kidul, Tridadi. 

Menurut Danang, pihaknya sengaja memilih melaksanakan kegiatan open house pada hari ketiga Lebaran.
Keputusan ini diambil untuk menghormati adanya potensi perbedaan waktu perayaan Idul Fitri di masyarakat serta memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati waktu bersama keluarga inti terlebih dahulu.

"Kami akan menggelar open house mungkin di hari ketiga. Ben kabeh wis bodo (biar semua sudah merayakan Lebaran). Kalau hari pertama mungkin masih ada yang berpuasa, hari kedua masih acara keluarga, jadi hari ketiga paling pas," jelas Danang.

Terkait potensi adanya perbedaan awal Syawal, Danang berpesan agar masyarakat Sleman tetap menjaga kerukunan dan saling menghormati keyakinan masing-masing.  

"Prinsip kami tidak pernah mempermasalahkan monggo, karena ini sudah menjadi ketetapan pemerintah, yang paling penting kapanpun (merayakan) Lebaran, masyarakat Sleman tetap sama-sama menghormati dan diberikan kebebasan sesuai dengan keyakinan masing-masing," ujar dia.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.