Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Balai Rukyat Bukit Condrodipo Gresik
Pipit Maulidya March 20, 2026 12:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Hilal penanda awal 1 Syawal 1447 Hijriah tidak terlihat di balai rukyat Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur Kamis (19/3/2026).

Pelaksanaan rukyatul hilal yang digelar Lembaga Falakiyah (LFNU) PCNU Gresik dilakukan sejak menjelang matahari terbenam.

Namun hingga proses rukyat selesai, tim rukyatul hilal tidak berhasil melihat hilal akibat faktor posisi yang masih rendah serta kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Ketua LFNU PCNU Gresik, Muchyiddin Hasan, menyampaikan bahwa hasil rukyat di lokasi pengamatan menunjukkan hilal tidak terlihat dengan kondisi langit berawan cenderung mendung.

“Data yang kami dapatkan, matahari terbenam pukul 17.42 WIB, tinggi hilal 1 derajat 14 menit, dan elongasi 5 derajat 33 menit. Hasilnya (rukyat) hilal tidak terlihat,” ujarnya.

Ikuti Peremerintah

Ia menegaskan bahwa posisi hilal tersebut masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat yang ditetapkan oleh MABIMS.

Sebagai informasi, MABIMS merupakan forum kerja sama Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang dibentuk untuk menyatukan standar penentuan kalender hijriah di kawasan Asia Tenggara.

Dalam ketentuan terbarunya, MABIMS menetapkan kriteria visibilitas hilal minimal dengan tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Dengan hasil rukyat ini, penentuan awal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mengikuti keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca juga: Breaking News: Sidang Isbat Kemenag RI Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.