Jelang Idulfitri 2026 di Manado: Arus Lalu Lintas Lancar, Pusat Perbelanjaan Ramai Pengunjung
Yeshinta Sumampouw March 20, 2026 06:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana Kota Manado, Sulawesi Utara, terlihat berbeda dari biasanya.

Sejumlah ruas jalan utama tampak lengang, sementara pusat aktivitas ekonomi dipadati warga yang berburu kebutuhan Lebaran.

Jalan-Jalan Utama Lengang

Pantauan di lapangan, kondisi lalu lintas di Kota Manado relatif sepi pada Kamis (19/3/2026) pagi hingga menjelang siang.

Tidak terlihat kepadatan kendaraan seperti hari-hari biasa.

Sejumlah ruas utama seperti Jalan Pierre Tendean (Boulevard), Jalan Sam Ratulangi, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Bethesda terlihat lancar tanpa hambatan berarti.

Kendaraan dapat melaju dengan kecepatan di atas 40 km per jam.

Titik-titik yang biasanya menjadi pusat kemacetan, seperti depan Manado Town Square (Mantos), Megamall, Zero Point, hingga kawasan Golden Swalayan, juga terpantau lengang.

Seorang warga, Michelle dari Kelurahan Bahu Lingkungan 3, Malalayang, mengaku terkesima dengan kondisi tersebut.

“Jarang-jarang seperti ini. Hanya libur Lebaran dan Natal bisa begini. Lumayan untuk mengurangi polusi,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi seiring masa libur dan cuti bersama yang berlangsung 18–24 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Hari Besar Keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Pasar Bersehati Padat Merayap

Berbanding terbalik dengan jalan raya, suasana di Pasar Bersehati Manado justru dipadati pengunjung.

Pasar tradisional tersebut terlihat sangat ramai.

Kepadatan paling terasa di lantai satu, tempat penjualan kebutuhan pokok seperti bawang, rica, dan tomat.

Para pembeli tampak berdesakan untuk mendapatkan barang yang paling diburu jelang Lebaran.

“Rp100 ribu saja, kalau besok lain lagi,” teriak seorang pembeli di tengah keramaian.

Harga sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan.

Tomat dijual Rp14 ribu per kilogram, bawang merah Rp60 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

Kepadatan juga terjadi di lapak daging ayam dan sapi.

Bahkan beberapa kios melaporkan stok ayam sempat habis terjual.

“Wah ini sudah terbeli semua pak,” ujar Udi, salah satu pedagang.

Harga daging ayam berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Sementara daging sapi dijual hingga Rp150 ribu per kilogram, lebih tinggi dari harga normal sekitar Rp125 ribu per kilogram.

Meski harga meningkat, minat pembeli tetap tinggi. 
Sejumlah warga mengaku tetap membeli karena kebutuhan menjelang Idul Fitri.

“Saya biasa buat soto serta ayam garo rica,” kata Udi, seorang pembeli.

Megamall Manado Dipadati Pengunjung

Lonjakan pengunjung juga terjadi di pusat perbelanjaan Megamall Manado.

Dalam beberapa hari menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, jumlah kunjungan terus meningkat signifikan.

Building Operational Manager Megamall Manado, Stenley Sipir, menyebutkan rata-rata pengunjung mencapai sekitar 23 ribu orang per hari hingga 17 Maret 2026.

Pada akhir pekan 14–15 Maret 2026, jumlah pengunjung bahkan meningkat hingga sekitar 28 ribu orang per hari.

“Jumlah kunjungan mulai naik sejak awal Ramadan dan terus meningkat seiring makin dekatnya Idul Fitri,” ujar Stenley.

Ia memperkirakan puncak kunjungan terjadi pada H-2 hingga H-1 Lebaran, dengan angka mencapai 29 ribu hingga 30 ribu pengunjung per hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Megamall Manado menggelar program late night shopping pada 14–18 Maret 2026 dengan jam operasional hingga pukul 23.00 WITA.

Sebagian besar pengunjung diketahui berasal dari luar Kota Manado, seperti Bitung, Minahasa Tenggara, Bolmong Raya, hingga Gorontalo.

Banyak di antara mereka datang untuk berbelanja kebutuhan Lebaran, terutama produk fesyen.

“Sabtu Minggu di Manado untuk cari kebutuhan. Sebab kalau setelah itu, kami fokus di rumah, persiapan ibadah dan open house,” ujar Bobby, warga Lolak, Bolmong. (Ndo/Art)

Baca juga: THR Rp 15,9 MiIiar bagi Ribuan ASN serta PPPK Paruh Waktu di Mitra Sulut Sudah Cair 100 Persen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.