TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ledakan terjadi sebuah rumah di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu bocah Sekolah Dasar (SD) meninggal dunia, sementara dua penghuni rumah lainnya mengalami luka-luka.
Ledakan itu membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan langsung mengerumuni lokasi kejadian.
Baca juga: Tim Penjinak Bom Diterjunkan ke Lokasi Ledakan saat Salat Tarawih di Masjid Jember
Aparat kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) segera memasang garis polisi untuk membatasi akses warga demi kepentingan penyelidikan.
Dari pantauan di lokasi, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Bagian atap genteng dan langit-langit ruang tengah rumah itu sebagian besar ambrol.
Sementara, dampak ledakan juga merusak rumah di sekitarnya.
Kaca jendela rumah yang berada tepat di seberang lokasi pecah diduga akibat kuatnya tekanan ledakan.
Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian. Tangisan histeris terdengar dari anggota keluarga korban.
Satu anggota keluarga sempat meminta pihak kepolisian untuk segera memeriksa korban yang diduga masih berada di dalam rumah sesaat setelah ledakan terjadi.
Tim Inafis dari Polrestabes Semarang yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan pemeriksaan di dalam rumah.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan seorang bocah dalam kondisi meninggal dunia di ruang tengah rumah.
Korban diketahui bernama Gilang (9).
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama relawan ke ambulans untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit guna dilakukan autopsi.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, di lokasi kejadian mengonfirmasi adanya peristiwa ledakan tersebut.
Dia menjelaskan, laporan awal diterima dari aplikasi layanan masyarakat, sebelum petugas langsung menuju lokasi.
“Ya, tadi dari Libas ada laporan ada ledakan, terus dari piket SPKT mendatangi TKP, ternyata ledakannya termasuk besar rupanya dan ada korban meninggal dunia. Makanya semua tim turun di lapangan termasuk saya karena ada korban,” ungkap Kompol Yuna di lokasi kejadian.
Dia menambahkan, pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk indikasi saat ini kita belum bisa menyampaikan karena korban masih dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” imbuh dia.
Lebih lanjut, Kompol Yuna menyebutkan korban meninggal dunia merupakan seorang anak berusia sembilan tahun.
Selain itu, terdapat dua anggota keluarga lainnya yang mengalami luka ringan.
“Korban meninggal satu, usia sembilan tahun. Terdapat keluarga dua yang luka, tapi luka lecet-lecet biasa,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti ledakan itu. (rez)
Baca juga: Minten Terus Peluk Jasad Anaknya di Tengah Rumah yang Hancur Akibat Ledakan Petasan