Cerita Pilu Baim Wong Nyaris Menyerah, Terhimpit Ekonomi, Tak Mampu Bayar KPR Rumah, Makan Susah
Putri Asti March 20, 2026 09:44 AM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Aktor Baim Wong baru-baru ini membuka sisi paling rapuh dalam hidupnya.

Di balik kesuksesan yang kini ia nikmati, ternyata Baim pernah berada di titik terendah. 

Ia mengenang periode kelam yang berlangsung sekitar tahun 2018 hingga 2020, masa di mana kehidupannya berubah drastis dan jauh dari kata nyaman.

Dengan nada jujur, ia menceritakan bagaimana bulan Februari menjadi momen yang tak pernah ia lupakan sepanjang hidupnya.

Kala itu, Baim harus menerima kenyataan pahit bahwa ia tidak lagi aktif bermain sinetron. 

Baim Wong mengenang momen saat nyaris menyerah karena tak ada kerjaan, terhimpit ekonomi hingga makan pun susah.
Baim Wong mengenang momen saat nyaris menyerah karena tak ada kerjaan, terhimpit ekonomi hingga makan pun susah. (YouTube Raditya Dika)

Dunia yang selama ini menjadi sumber penghasilan utamanya tiba-tiba terhenti, memaksanya menghadapi realita yang tak mudah.

Keputusan untuk keluar dari sinetron menjadi titik balik yang penuh risiko. 

Tanpa pemasukan tetap, Baim Wong harus memutar otak dan membangun kembali kehidupannya dari nol, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Baca juga: Dibatasi Bertemu Anak Oleh Baim Wong, Paula Verhoeven Kini Insecure Jadi Ibu: Waktu Terbatas

Situasi semakin pelik ketika masalah keuangan mulai menghimpit. Baim secara blak-blakan mengaku tak mampu memenuhi kewajiban finansialnya, termasuk pembayaran cicilan rumah yang selama ini menjadi tanggungannya.

Pengakuan tentang ketidakmampuan membayar KPR menjadi salah satu momen paling menyesakkan. 

Hal itu menunjukkan betapa berat tekanan yang ia rasakan saat itu, bahkan untuk kebutuhan dasar pun menjadi tantangan.

Di tengah keterpurukan, Baim tidak memilih untuk menyerah. Ia justru menjadikan masa sulit tersebut sebagai titik awal untuk bangkit dan mencari jalan baru dalam hidupnya.

Perlahan namun pasti, ia mulai membangun kembali karier dan sumber penghasilannya. Dari berbagai usaha hingga merambah dunia digital, Baim mencoba segala cara untuk keluar dari keterpurukan.

Perjuangan itu tidak instan. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan keberanian untuk mengambil langkah yang berbeda dari sebelumnya, terutama saat kondisi mental dan finansial sedang tidak stabil.

Baim mengaku sempat membuka banyak restoran, tetapi sebagian besar belum memberikan keuntungan yang stabil.

Baim Wong pernah tak mampu bayar KPR hingga moblil mewahnya nyaris terjual.
Baim Wong pernah tak mampu bayar KPR hingga moblil mewahnya nyaris terjual. (Tribunnews.com/Fauzi Alamsyah)

“Saya sebenarnya banyak bangun restoran, sudah 10 restoran lah. Saya buka restoran dari tahun 2007 sampai balik modal, ya uangnya kebanyakan habis di situ,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuatnya harus berpikir keras untuk bertahan tanpa bergantung pada orang tua. 

Baim mengaku tidak terbiasa meminta bantuan finansial kepada keluarganya, apalagi sejak dirinya aktif di dunia sinetron.

“Susahnya itu karena nggak pernah minta lagi uang dari papa mama. Ya itu nggak terbiasa untuk minta,” katanya.

Karena tidak memiliki pemasukan tetap saat itu, Baim bahkan sempat berniat menjual mobil pribadinya yakni sebuah Alphard, demi bertahan hidup.

“Ya akhirnya nggak punya uang, ya maunya jual barang," bebernya.

"Mobil Alphard saya ingat banget sempat mau saya jual,” ujar Baim sambil tersenyum.

Beruntung, niat tersebut akhirnya urung dilakukan setelah ia mendapatkan pekerjaan baru. Dari situlah perlahan kondisinya mulai berubah.

“Akhirnya dapat kerjaan, ya nggak jadi jual,” katanya.

“Dari nggak ada kerjaan sampai buat YouTube karena nggak ada kerjaan,” kata Baim.

Baca juga: Izin Papa Dulu Ya Pilunya Paula Verhoeven Tak Mudah Ajak Anak Menginap, Baim Wong Pegang Kendali

Namun tanpa diduga, kanal YouTube miliknya justru berkembang pesat dan menjadi titik balik dalam kehidupannya.

“Sangat. Sangat. YouTube jadi titik balik,” ujarnya.

Konten yang ia buat saat itu, terutama yang menampilkan aksi berbagi kepada orang lain, ternyata mendapat respons besar dari masyarakat.

“Nggak sengaja karena kita video yang suka bagi-bagi buat orang senang. Dulu kan namanya social experiment,” tutur Baim.

Dari pengalaman tersebut, Baim belajar bahwa karier di dunia hiburan membutuhkan keberanian untuk terus beradaptasi.

“Kalau saya tambah lama tambah berumur, masih menunggu pekerjaan dari orang kayaknya agak takut. Harus memikirkan pekerjaan yang kita buat sendiri,” ujarnya.

“Dari sinetron ke film, dari film ke YouTube, dari YouTube ke TikTok, sekarang jadi director, producer. Itu perjalanan yang butuh keberanian,” kata Baim.

(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.