Iran Hantam Kilang Minyak, Israel Serang Fasilitas Gas, Pengamat: Perang Energi
Darwin Sijabat March 20, 2026 11:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Timur Tengah kini memasuki babak baru yang lebih mengerikan yakni Perang Energi. 

Setelah sekian lama bertempur di ranah militer dan nuklir, Israel dan Iran kini secara terbuka saling membombardir jantung ekonomi masing-masing. 

Serangan rudal Iran ke Kilang Minyak Haifa dan balasan Israel ke ladang gas South Pars menandakan strategi pelemahan ekonomi total.

Haifa Membara: Infrastruktur Vital Israel Dalam Bidikan

Pada Kamis (19/3/2026), langit Haifa, pusat energi strategis Israel, diguncang ledakan besar. 

Rudal Iran berhasil menembus pertahanan dan menghantam kawasan industri Teluk Haifa yang berjarak 150 km dari Yerusalem. 

Meski Israel mengeklaim kerusakan bersifat lokal, gangguan listrik sempat melumpuhkan wilayah utara.

“Kerusakan pada jaringan listrik di wilayah utara bersifat lokal dan tidak signifikan. Tidak ada kerusakan signifikan pada situs infrastruktur Israel,” tegas Menteri Energi Israel, Eli Cohen, mencoba menenangkan pasar.

Namun, laporan Haaretz menyebutkan serpihan rudal dan hantaman langsung di Kiryat Shmona menyebabkan empat orang terluka. 

Seorang saksi mata menggambarkan kengerian tersebut: “Ledakan besar mengguncang seluruh jalan.”

Balasan Israel: Menikam 'Pilar Utama' South Pars

Israel membalas dengan menyerang Asaluyeh di Provinsi Bushehr, titik saraf ladang gas South Pars. 

Ladang ini adalah raksasa hidrokarbon dunia yang menyimpan 1.800 triliun kaki kubik gas. 

Baca juga: Donald Trump Jatuhkan Bom 2,2 Ton, Hancurkan Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran di Selat Hormuz

Baca juga: Pesan Lebaran 2026: MUI Ajak Umat Jaga Spirit Ramadan di 11 Bulan Mendatang

Penasihat geopolitik energi, Umud Shokri, menilai ini adalah pergeseran strategi yang mematikan.

“Israel kini melangkah lebih jauh dari sekadar menargetkan aset militer dan nuklir, dengan menyerang inti ekonomi kekuatan Iran. 

Ini menandakan pergeseran strategi menuju pelemahan ekonomi,” tulis laporan Iran International.

Serangan ini memicu kemarahan regional. 

Qatar, yang berbagi cadangan gas tersebut, secara langsung menyalahkan Israel, sementara Uni Emirat Arab menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan energi global.

Efek Domino: Evakuasi Massal dan Krisis Pasokan

Iran merespons dengan ancaman tanpa batas. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan: 

“Iran akan menunjukkan nol pengekangan jika infrastrukturnya diserang lagi.” Dampaknya terasa seketika:

- Irak: Melaporkan penghentian total pasokan gas dari Iran.

- Qatar: Memulai evakuasi instalasi gas Ras Laffan.

- Daftar Target IRGC: Media pro-Garda Revolusi merilis daftar target balasan, termasuk kilang SAMREF Arab Saudi dan ladang gas Al Hosn di UEA.

Baca juga: Balas Serangan Israel, Iran Ancam Serang Fasilitas Energi di Timur Tengah

Baca juga: Lokasi 21 Hot Spot dan 11 Fire Spot di Batang Hari, BPBD Ingatkan Ini

Kini, bukan hanya pangkalan militer yang terancam, tetapi seluruh rantai pasok LNG dunia ke Eropa dan Asia berada di ujung tanduk.

Benjamin Netanyahu Sebut Israel Bertindak Sendiri

Dilansir The Guardian, saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Yerusalem, Benjamin Netanyahu ditanya apakah ia telah memberi tahu Donald Trump terkait serangan terhadap ladang gas South Pars di Iran.

Ia hanya menyatakan:

"Israel bertindak sendiri melawan kompleks gas tersebut."

"Presiden Trump meminta kami untuk menunda serangan di masa mendatang, dan kami tetap berpegang pada hal itu."

Trump sebelumnya menjauhkan diri dari serangan tersebut.

Ia menyatakan bahwa pihaknya tidak tahu apa-apa mengenai serangan itu, dan kemudian mengonfirmasi bahwa dirinya telah meminta Netanyahu untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Israel sebelumnya mengklaim bahwa serangan tersebut dikoordinasikan dengan AS.

Namun, laporan yang mengutip pejabat Israel dan beredar hari ini bertentangan dengan pernyataan Trump, termasuk klaim bahwa AS sebenarnya telah mengetahui rencana serangan tersebut.

Saat berbicara di Ruang Oval, Trump tidak menjelaskan secara spesifik kapan ia berkomunikasi dengan Perdana Menteri Israel.

Baca juga: Mobil di Tol Bayung Lencir-Tempino Dilempar Orang Pakai Batu hingga Kaca Pecah

Baca juga: Prediksi Skor Lens vs Angers , Head-to-head dan Statistik di Ligue 1 Prancis

Baca juga: Harga Karet di Jambi Rp14.000, TBS Kelapa Sawit Rp3.669 per Kg di Pabrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.