TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Penyedia jasa jahit sandal dan sepatu di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), kebanjiran order jelang Lebaran dengan omset jutaan rupiah dalam sepekan, Jumat (20/3/2026).
Banyak sandal maupun sepatu baru langsung dijahit agar lebih tahan lama.
Seperti terpantau di pelataran Pasar Induk Kecamatan Wonomulyo, Jl. Soeparman, Kelurahan Sidodadi.
Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Polman Dijadwalkan Salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Pancasila
Baca juga: Salat Idulfitri Muhammadiyah Mamuju Tengah Tersebar di Enam Titik
Sudah beberapa hari, para penyedia jasa jahit sandal dan sepatu di pasar ini sibuk sepanjang hari untuk menyelesaikan orderan.
Salah satunya Naharuddin (47), penyedia jasa asal Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo.
"Alhamdulillah, Hari Raya Idul Fitri membawa berkah tersendiri bagi kami tukang jahit sandal dan sepatu," kata Naharuddin kepada wartawan.
Disebutkan orderan jasa menjahit sandal dan sepatu diterima penyedia jasa meningkat berkali lipat sepekan jelang Hari Raya Idul Fitri.
Jika biasanya mereka hanya menerima orderan 5 hingga 7 pasang sandal dan sepatu dalam sehari, kini naik hingga 40 pasang dalam sehari.
Bahkan, biaya jahit sandal dan sepatu juga ikut mengalami kenaikan, dari Rp 15 ribu sepasang menjadi Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu sepasang.
"Naik juga biaya jahitnya, tergantung kondisinya sandal dan sepatu yang mau dijahit," lanjutnya.
Naharuddin mengatakan, untuk menyelesaikan orderan yang melonjak tinggi, setiap penyedia jasa di pasar ini bekerja sepanjang hari.
Bahkan ada beberapa tukang jahit yang bekerja sampai malam untuk menyelesaikan orderan.
Naharuddin mengaku juga menerima banyak orderan sandal dan sepatu yang masih baru, alias baru saja dibeli pemiliknya.
Dia menyebut banyak warga yang langsung menjahit sandal dan sepatunya yang masih baru agar lebih tahan lama.
"Banyak sandal atau sepatu yang baru saja dibeli langsung dibawa ke sini untuk dijahit. Alasan yang punya, biar lebih kuat dan awet dipakai," ungkapnya.
Dia mengungkapkan, total pendapatan yang diperoleh dari hasil menjahit sandal dan sepatu bisa mencapai jutaan rupiah dalam sepekan.
Rata-rata dalam sehari, pendapatan yang saya peroleh, kata Naharuddin, bisa mencapai Rp 600 hingga Rp 800 ribu.
Bahkan ada teman yang bekerja sampai malam, bisa dapat satu juta rupiah sehari," pungkas Naharuddin. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli