Pujiono Ikhlas Tak Mudik karena Jadi Porter di Stasiun, Bisa Dapat Rp 35 Ribu dari Tiap Pelanggan
Ani Susanti March 20, 2026 08:14 AM

TRIBUNJATIM.COM - Tri Pujiono (36) memilih tak mudik di Lebaran 2026 ini.

Ia sibuk memikul bungkusan kardus di pundak kiri dan tangan kanannya mendorong koper milik penumpang kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng (SGU).

Pujiomo tampak menggunakan seragam kemeja hijau tua dengan keterangan di belakangan Porter SGU (Surabaya Gubeng) yang menandakan identitas resminya di bawah naungan Paguyuban Porter SGU.

Pujiono terburu-buru berjalan dari area tunggu stasiun menuju peron, tempat menunggu kedatangan kereta api tujuan pelanggannya.

Pujiono tahu persis di gerbong mana kereta akan berhenti, menghemat langkah penumpang yang kebingungan.

Baca juga: Yoni Pemilik Warung Padang Tak Mudik Demi Penghasilan, 4 Tahun Jalani Tak Masalah: Pelanggan Banyak

Setelah kereta api datang, Pujiono berjalan cepat naik ke dalam gerbong lalu menata barang bawaan penumpang ke atas kabin dengan rapi.

Setelah semua barang penumpang tertata rapi, tip dari pelanggan sekitar Rp 25.000 hingga Rp 35.000 diterimanya.

“Saya sudah jadi porter di Stasiun Surabaya Gubeng sejak 2007, karena ibu dulu jualan makanan di sekitar stasiun. Terus nyoba daftar jadi porter,” kata Pujiono, Rabu (18/3/2026), melansir dari Kompas.com.

Pujiono ternyata warga Rembang, Jawa Tengah.

Tapi, tahun ini, dia tidak bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga karena harus bekerja di tengah padatnya Stasiun Surabaya Gubeng saat Lebaran.

“Saya enggak libur pas hari H. Liburnya setelahnya dan tergantung arahan pimpinan Paguyuban Porter karena kondisional dan ada pembagian sistem kerja dengan porter lain,” ujarnya.

Penghasilan Dalam Sehari

Tahun ini, pertama kalinya bagi Pujiono tidak berangkat mudik sebelum hari Lebaran.

Namun, menurut Pujiono, istri dan anaknya tak mempermasalahkan kondisi ini karena stasiun memang sedang padat saat musim mudik Lebaran.

“Saya dan keluarga juga enggak keberatan. Orangtua tahu kalau stasiun memang lagi ramai kalau pas mudik gini. Mudik paling nanti lima hari setelah dapat libur,” katanya.

Biasanya, Pujiono dan keluarga akan pulang ke kampung halaman di Rembang menggunakan bus karena tidak ada stasiun terdekat yang bisa mengantar ke daerah tujuannya. 

Di momen arus mudik hingga balik lebaran, Pujiono sebagai porter bisa melayani sebanyak lebih dari 10 pelanggan setiap harinya dengan pendapatan yang diterima mencapai ratusan ribu rupiah.

“Tapi kadang ada yang terburu-buru enggak ngasih tip, kalau saya tidak apa-apa, saya niatkan membantu. Cuma kadang saya bilang kalau menawarkan jasa, ‘bu barangkali ada tip sedikit’,” ujarnya.

Setelah mengantarkan penumpang dan membawa barang bawaannya, Pujiono harus buru-buru keluar dari kereta.

Bila tidak, pintu kereta tertutup dan ikut dalam perjalanan hingga ke stasiun berikutnya.

“Saya pernah tiga kali ngikut kereta, dua kali ke Waru dan sekali ke Pasarturi. Soalnya ada beberapa kereta itu yang cuma berhenti sebentar jadi kalau cepat bisa ngikut kereta,” ungkapnya.

Setelah sampai di stasiun terdekat, dia akan meminta izin kepada petugas kereta dan kondektur di kereta lainnya untuk ikut kembali menuju Stasiun Surabaya Gubeng.

“Jadi porter juga kita harus hafal semua jadwal kereta karena kita yang ngarahin penumpang, kadang orang juga tanya ke kita. Kalau setiap hari di sini juga akan hafal jadwal-jadwalnya,” pungkasnya.

Berita Lain

Ribuan penumpang mulai berdatangan di Stasiun Malang Kota Baru di momen mudik Lebaran tahun 2026 pada Kamis (19/3/2026).

Mereka datang dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga beberapa daerah di Jawa Timur.

Dari pantauan Tribun Jatim Network, pada Kamis (19/3/2026), sejumlah penumpang yang berdomisili di wilayah Malang Raya mulai berdatangan.

Mereka pulang dari perantauan untuk merasakan lebaran sembari kumpul bersama keluarga.

"Saya dari Jakarta, mau pulang ke Wagir (Kabupaten Malang) mudik," kata Hendra Wijaya penumpang KA Gajayana saat ditemui Surya.

Ia mengaku selama proses perjalanan berlangsung lancar tanpa adanya kendala.

Baca juga: Sudah Siap THR Lebaran 2025 Tapi Tak Mudik ke Pasuruan, Inul Daratista Titip: Ritual Tiap Tahun

Pengalaman mudik kali ini diakuinya juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Hendra mengakui kalau musim mudik lebaran tahun ini tidak sebegitu ramai dan terasa lebih nyaman.

"Kalau dibilang ramai ya ramai. Tapi gak seramai dulu. Lebih longgar lah,"

"Waktu di Stasiun Pasar Senen itu yang ramai. Tapi tadi di dalam (Stasiun Malang Kota Baru) ya ramai waktu penumpang turun," ungkapnya.

Berdasarkan data KAI Daop 8 Surabaya sampai pukul 10.00 WIB, sebanyak 8.638 penumpang diproyeksikan akan menggunakan layanan kereta api di wilayah Malang Raya.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.298 penumpang berangkat dan 4.340 penumpang yang datang. 

Angka tersebut masih berpotensi bertambah hingga malam hari.

Secara kumulatif, selama periode 11-19 Maret 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah melayani 73.537 penumpang di wilayah Malang Raya, dengan rincian 43.091 penumpang berangkat dan 30.446 penumpang datang.

Stasiun Malang Kota Baru tercatat sebagai stasiun tersibuk dengan total 63.272 penumpang.

Disusul Stasiun Kepanjen sebanyak 4.723 penumpang, Stasiun Malang Kota Lama 3.771 penumpang, serta Stasiun Lawang dan Stasiun Sumberpucung dengan total 1.771 penumpang.

Dari sisi penjualan tiket, hingga Kamis (19/3/2026), tercatat sebanyak 75.930 tiket telah terjual atau sekitar 56 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk yang disediakan selama masa Angkutan Lebaran 11 Maret sampai 1 April 2026.

Baca juga: 26 Tahun Tak Mudik Lebaran, Polisi Akhirnya Bisa Sungkem ke Ibu, Curhat Tiket Mahal hingga Penugasan

Penjualan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya Hari Raya Idul Fitri.

Sementara itu, EVP KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan tiket yang masih tersedia, termasuk program diskon dari pemerintah.

Pemerintah menghadirkan program diskon 30 persen untuk tiket KA Ekonomi Komersial yang berlaku pada periode 14–29 Maret 2026. 

Di wilayah Malang Raya tersedia 46.848 tiket diskon, dengan 36.455 tiket atau sekitar 78 persen telah terjual.

Masih terdapat 10.393 tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Kami imbau kepada pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun dan tidak terlalu mendekati waktu keberangkatan,"

"Pastikan barang bawaan tetap dalam pengawasan demi keamanan dan kenyamanan bersama," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.