China mengutuk pembunuhan Kepala Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani oleh Israel.
Beijing menegaskan, tindakan membunuh pemimpin Iran serta warga sipil tidak dapat diterima.
Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian pada Kamis (19/3/2026).
"Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," kata Jian.
Ia mendesak pihak-pihak yang berkonflik untuk segera menghentikan serangan militer.
Jika tidak, perang dikhwatirkan semakin meluas dan dampaknya memburuk.
Beijing telah berupaya menjadi mediator dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Utusan Khusus China untuk Timur Tengah, Zhai Jun, bertemu dengan para pejabat tinggi di seluruh wilayah tersebut bulan ini.
Selama kunjungannya, ia menekankan bahwa target nonmiliter tidak boleh diserang dan keamanan jalur pelayaran tak boleh diganggu.
Sementara itu, Iran telah mengonfirmasi gugurnya Ali Larijani akibat serangan Israel pada Senin (16/3/2026).
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam pemerintahan Iran selama beberapa dekade.
Israel mengatakan bahwa Larijani berperan sebagai pemimpin de facto rezim Iran setelah tewasnya pemimpin tertinggi Ali Khamenei.