TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak akan menggelar open house pada perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
“Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit,” ujarnya sambil bercanda.
Ia menambahkan, aturan kali ini memang melarang adanya open house.
Meski demikian, Purbaya akan tetap merayakan Lebaran dengan menjalankan ibadah shalat ied.
Ia memilih melaksanakan shalat di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Langkah ini dianggap sebagai bentuk kesederhanaan di tengah momen perayaan.
Keputusan Purbaya ini juga mendapat perhatian dari pegawai dan masyarakat yang mengikuti aktivitas kementerian.
Meski tanpa open house, ia berpesan agar makna Lebaran tetap dirasakan dalam kebersamaan dan silaturahmi.
Tahun ini, fokus Purbaya adalah menjalankan ibadah dengan khidmat di kantor pemerintah.
Baca juga: Purbaya Borong Batik 10 Juta saat Kunjungi Malioboro, Tak Tega Menawar Harga Karya Pengrajin
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tidak akan menggelar open house pada momen Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun ini.
"Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit-ngirit," kata Purbaya di Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Dia pun bercanda bahwa Lebaran tahun ini tidak boleh menggelar open house.
"Enggak boleh katanya open house," ucapnya.
Pada Lebaran tahun ini, Purbaya menyebut dirinya akan menjalankan ibadah shalat ied di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
"Saya di pajak, Kantor Pusat Pajak," ungkap Purbaya
Baca juga: Purbaya Borong Batik 10 Juta saat Kunjungi Malioboro, Tak Tega Menawar Harga Karya Pengrajin
"Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang terdampak bencana.
Menurut dia, para pejabat harus memberi contoh kepada rakyat.
"Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat," ucap dia.
Meski begitu, Prabowo menekankan, larangan ini bukan berarti pejabat tidak menggelar open house, karena roda perekonomian harus tetap berjalan.
"Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan," imbuh Prabowo.
(TribunTrends.com/Kompas.com)