Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Yohanes Edwintus Bido, pemuda asal Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur meninggal dunia dalam insiden di jalan raya Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya beberapa hari lalu.
Korban yang akrab disapa Edwin (24) meninggal bersama seorang tenaga kesehatan (nakes) bernama Yeremia Lobo (37).
Paman korban Reinhard Nussy (30) mengatakan, Edwin baru tiba di Papua Barat Daya pada Januari 2026 untuk mencari pekerjaan.
"Ponakan dari istri saya datang ke sini untuk mencari kerja. Kemarin dia masih bersama kami di tempat tugas di Kabupaten Tambrauw,” ujar Reinhard, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Ikatan Kelurga Flores di Sorong Antar Jasad Edwin ke Nduaria Ende, Minta Warga Bijak Bermedia Sosial
Selama berada di Sorong hingga Tambrauw, Edwin dikenal sebagai pribadi yang ceria, terbuka, dan mudah bergaul.
Ia diajak keluarga untuk berkunjung sekaligus melihat peluang kerja di wilayah tersebut.
Selama di Tambrauw, Edwin lebih banyak berada di lingkungan tenaga kesehatan dan tidak pernah bepergian sendiri.
Detik-detik penyerangan
Dikutip dari TribunSorong.com, Hamzah seorang analis kesehatan RSUD Fef yang selamat dari insiden berdarah di Kampung Jokba, Kabupaten Tambrauw, membeberkan kronologi kejadian yang menewaskan dua orang pada 16 Maret 2026.
Kesaksian ini disampaikan di hadapan Wakil Gubernur Papua Barat Daya di RSUD Sele Be Solu, Rabu (18/3/2026).
Hamzah menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat ia dan tiga rekannya menempuh perjalanan menuju Kota Sorong menggunakan tiga sepeda motor.
Sekitar pukul 12.00 WIT, saat mendekati lokasi kejadian, mereka dikejutkan oleh suara letusan senjata api dari jarak sekitar 30 meter.
"Suara tembakan itu membuat kami panik dan spontan memacu kendaraan lebih cepat," ungkap Hamzah
Nahas, saat memasuki tikungan, mereka dihadang oleh sekelompok orang bersenjata tajam.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang tersebut membawa tombak serta parang dan langsung menyerang.
“Kondisi ini membuat rombongan hilang kendali,” katanya.
Korban Yeremia Lobo yang berada di posisi depan mengerem mendadak hingga terjatuh.
Hamzah yang berada tepat di belakangnya tidak sempat menghindar dan menabrak motor Yeremia hingga ia ikut terpental.
"Saya langsung bangkit dan lari menyelamatkan diri, diikuti rekan saya Robby namun, dua teman kami tidak sempat lolos," tambahnya.
Insiden tragis ini merenggut nyawa tenaga kesehatan Yeremia Lobo dan seorang warga sipil asal NTT bernama Edwin Bido.
Hamzah mengaku masih mengalami trauma mendalam dan belum siap kembali bertugas.
Ia mendesak aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Bet)