Ikatan Kelurga Flores di Sorong Antar Jasad Edwin ke Nduaria Ende, Minta Warga Bijak Bermedia Sosial
Gordy Donovan March 20, 2026 09:39 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE  – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Yohanes Edwintus Bido alias Edwin di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perwakilan Ikatan Keluarga Flores (IKF) di Sorong, Papua Barat Daya turut mengantar jenazah Edwin dari Kota Sorong hingga ke rumah duka, Kamis (19/3/2026).

Edwin yang baru sekitar dua bulan berada di Papua Barat Daya menjadi korban kekejaman kelompok Organisasi Papua Merdeka di Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw. 

Ia ditemukan meninggal dunia dengan luka bacok di hampir seluruh tubuhnya.

Baca juga: Tiba di Nduaria, Ende, Ibu Kandung Edwin: Dia Tidur Dengan Saya Satu Malam Dulu 

Bentuk Solidaritas

Kehadiran rombongan IKF di rumah duka menjadi bentuk solidaritas bagi keluarga korban. 

Agustinus Molan Tokan, Ketua Bidang Ekonomi dan Wirausaha IKF Sorong, mewakili ketua dan seluruh keluarga besar IKF serta warga NTT di Kota Sorong, menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

Dalam sambutannya, Agustinus juga menyampaikan pesan penting kepada keluarga dan masyarakat agar tetap menahan diri serta bijak dalam menggunakan media sosial saat menyikapi peristiwa ini.

“Kecepatan tangan kita di media sosial bisa memicu hal-hal yang tidak kita inginkan. Kita harus ingat, masih banyak saudara kita yang ada di tanah Papua,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesaat setelah menerima kabar kejadian tersebut, pengurus IKF di Sorong langsung bergerak cepat melakukan koordinasi untuk mengevakuasi korban dari Kabupaten Tambrauw menuju Kota Sorong. Proses evakuasi itu memakan waktu beberapa jam.

Meski Edwin belum terdaftar dalam database IKF, Agustinus menegaskan hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi organisasi untuk memberikan bantuan.

“Adik Edwin ini memang belum masuk dalam database kami, tetapi karena ia adalah anak kandung Flores dan NTT, maka sudah menjadi tanggung jawab kami. Inilah tujuan dibentuknya paguyuban ini,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, Ketua IKF segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar hingga jenazah dapat dipulangkan ke kampung halaman.

Rencananya, jenazah Yohanes Edwintus Bido alias Edwin akan dimakamkan pada Jumat (20/3/2026) siang di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.