Tribunlampung.co.id, Jawa Tengah - Peristiwa kecelakaan minibus Toyota Calya B 2399 FFR tabrak pantat bus di jalan tol menewaskan lima orang sekeluarga.
Diduga kecelakaan itu akibat sopir mengantuk sehingga kendaraan oleng sampai menabrak bagian belakang Bus Agra Mas nomor polisi T 7622 DA.
Kejadian naas ini pada Kamis (19/3/2026) di jalan tol Pejagan-Pemalang KM 290B, Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Seluruh korban meninggal dunia tersebut merupakan pemudik asal Bekasi Jawa Barat hendak mudik ke Pemalang.
Mereka satu keluarga terdiri dari ayah, ibu dan tiga anak. Padahal mobil pemudik asal Bekasi tersebut sebentar lagi sampai Exit Tol Gandulan.
Namun sebelumnya mengalami kecelakaan vatal yang mengakibatkan seluruh anggota keluarga ini meninggal dunia.
Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Bharatungga Dharuning Pawuri mengatakan, dua penumpang mobil Toyota Calya meninggal di lokasi kejadian.
Sementara dua korban lainnya yang merupakan pengemudi dan satu penumpang meninggal di RS Siaga Medika Pemalang.
Sedangkan satu korban berusia tiga tahun yang sebelumnya sempat kritis dan dirawat intensif di rumah sakit, juga dinyatakan meninggal pada Kamis (19/3/2026) sore.
"Kecelakaan terjadi saat pemberlakuan one way pada Kamis (19/3/2026) sekira pukul 05.33."
"Mobil Toyota Calya itu menubruk bagian belakang bus Agra Mas," ungkap AKP Wuri kepada Tribunjateng.com, Kamis (19/3/2026).
Menurut AKP Wuri, kecelakaan berawal dari mobil Toyota Calya nomor polisi B 2399 FFR melaju dari arah barat (Jakarta) ke arah timur (Semarang).
Setibanya di KM 290 jalur B (one way), pengemudi diduga mengantuk, kemudian oleng ke kanan menabrak bagian belakang Bus Agra Mas nomor polisi T 7622 DA.
Pada saat itu Bus Agra Mas berhenti di bahu jalan karena sedang mengecek ban dan sudah menyalakan lampu darurat sebagai tanda.
"Lima korban keseluruhan dari mobil Toyota Calya. Dugaan sementara melihat pergerakan kendaraan yang tidak ada pengereman dan tanda-tanda melambat sehingga diperkirakan pengemudi mengantuk."
"Tetapi kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut," jelas AKP Wuri.
Dikatakan AKP Wuri, pengemudi dan penumpang mobil Toyota Calya adalah pemudik dari Bekasi Jawa Barat menuju Kabupaten Pemalang.
Kelimanya merupakan satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak.
"Tujuan mudiknya ke Pemalang. Jadi sebentar lagi sebetulnya sudah sampai tujuan yakni Exit Tol Gandulan, tapi sebelumnya di KM 290B terjadi kecelakaan," terang AKP Wuri.
Pada kesempatan itu, AKP Wuri mengimbau kepada pemudik ketika merasa lelah dan mengantuk maka jangan memaksakan diri karena berbahaya.
"Bagi pemudik kami imbau ketika merasa lelah, mengantuk, dan tidak bisa ditahan lagi ada baiknya berhenti di rest area terdekat untuk beristirahat."
"Jangan memaksakan untuk tetap mengemudi sehingga mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan," imbau AKP Wuri.
Pengemudi mobil Toyota Calya nomor polisi B 2399 FFR, Gunawan (43), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengalami luka fraktur (patah tulang) kaki kanan dan kiri serta robek di kaki kanan dan di kepala. Meninggal.
Penumpang, Devi Agustina (34), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengalami luka fraktur kaki kanan dan kiri serta cedera kepala. Meninggal.
Penumpang, Narendra Dewan Gaozan (9), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengalami luka cedera kepala. Meninggal.
Penumpang, Nafisah Maisaroh (12), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengalami luka cedera kepala. Meninggal.
Penumpang, Nuriel Arshaka Sachio (3), warga Desa Sukajaya RT 05 RW 16, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mengalami luka cedera kepala. Kondisi masih kritis dan dirawat di RS Siaga Medika Pemalang.
Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut di Ruas Tol Pejagan-Pemalang KM 290, Kabupaten Tegal, bertambah menjadi lima orang.
Seluruh korban merupakan satu keluarga pemudik asal Bekasi Jawa Barat yang sedang melakukan perjalanan menuju Petarukan, Kabupaten Pemalang.
Korban terakhir yang meninggal adalah seorang balita tiga tahun bernama Murel Arshaka Sachid.
Dia sebelumnya, sempat kritis dan menjalani perawatan intensif di RS Siaga Medika Pemalang, namun dinyatakan meninggal pada Kamis (19/3/2026) pukul 16.35.
Humas RS Siaga Medika Pemalang, Indra Setiawan mengatakan, kondisi korban sejak awal sudah kritis sehingga tim medis telah berupaya maksimal memberikan penanganan.
"Korban balita berusia tiga tahun dalam kondisi kritis dan dinyatakan meninggal oleh dokter pada sekira pukul 16.35," ujarnya.
Dengan meninggalnya korban balita tersebut, total korban tewas dalam peristiwa kecelakaan ini menjadi lima orang.
Seluruh jenazah telah ditangani pihak rumah sakit sebelum dipulangkan ke rumah duka di Desa Peron, Kecamatan Petarukan untuk dimakamkan.
"Pihak rumah sakit telah melakukan perawatan jenazah, kemudian seluruh korban dipulangkan ke keluarga di Kecamatan Petarukan," tambahnya.
Akibat kecelakaan itu, empat pemudik asal Bekasi Jawa Barat yang merupakan satu keluarga ini meninggal.
Disebutkan, mereka sedang perjalanan mudik menuju Petarukan Pemalang.
Lima jenazah korban kecelakaan di Tol Pejagan- Pemalang KM 290B Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, dimakamkan di Dusun Peron, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang pada Kamis (19/3/2026).
Para korban diketahui satu keluarga.
Mereka adalah pemudik dari Kota Cikarang, Bekasi yang sedang melakukan perjalanan menuju Petakuran.
Diketahui, lokasi kampung halaman korban berada di Dusun Peron, Petarukan.
Jarak dengan lokasi kecelakaan sekira 30 kilometer.
"Korban kecelakaan meninggal dimakamkan di Petarukan," kata Indra Setiawan, Humas RS Siaga Medika Pemalang.
Indra mengatakan, korban meninggal mengalami cedera serius di kepala akibat benturan keras.(*)