SURYA.co.id, Mojokerto - Puncak arus mudik Lebaran di Stasiun Mojokerto terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 1.944 orang. Lonjakan pemudik didominasi tujuan Jakarta, Yogyakarta, dan Cilacap sejak pagi hingga petang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyebut Stasiun Mojokerto telah melayani 12.595 pemudik selama periode 11–19 Maret 2026, terdiri dari 6.358 penumpang berangkat dan 6.237 penumpang tiba.
Diprediksi total penumpang selama masa angkutan Lebaran mencapai 27.691 orang, dengan rincian 13.614 berangkat dan 14.077 datang.
Mahendro menambahkan, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan estimasi 1.585 penumpang, terdiri dari 766 berangkat dan 819 datang.
Kepala Stasiun Mojokerto, Jemi Triahadi, mengonfirmasi kepadatan pemudik paling tinggi terjadi pada keberangkatan:
“Arus mudik paling banyak adalah tujuan Jakarta, sedangkan untuk arus balik dari Stasiun Mojokerto didominasi tujuan Jakarta–Bandung,” jelas Jemi.
Ia mengimbau calon penumpang datang lebih awal untuk menghindari risiko ketinggalan kereta serta menjaga barang pribadi selama perjalanan.
“Selama enam hari angkutan Lebaran di Stasiun Mojokerto berlangsung aman, lancar, dan terkendali,” tukasnya.