Evakuasi Dramatis, Tim SAR Gabungan Angkat Jenazah Perempuan dari Pilar Tengah JMP Ambon
Fandi Wattimena March 20, 2026 11:52 AM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang perempuan muda yang ditemukan di atas pondasi pilar (pilon) Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Jumat (20/3/2026) pagi.

Korban yang diketahui bernama Sandrina Villia Caniago (21) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga melompat dari atas jembatan setinggi puluhan meter tersebut pada dini hari.

Medan Sulit di Atas Pilon

Proses evakuasi tidak berjalan mudah karena posisi korban berada di atas penyangga beton tengah jembatan yang sulit dijangkau dari daratan maupun langsung dari atas jembatan.

Kepala Kantor SAR Ambon, M. Arafah, menjelaskan setelah menerima laporan, Tim rescue kemudian dikerahkan ke lokasi menggunakan berbagai peralatan khusus air dan medis.

Tim tiba dilokasi sekitar pukul 05.00 WIT kemudian berkoordinasi dengan kepolisian untuk proses evakuasi jenazah korban.

Tampak posisi korban berada di penyangga beton bawah (pilon) dalam posisi terbaring menyamping.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Ramadan pada 20 Maret 2026 di Kota Ambon, Magrib Pukul 18.41 WIT

Baca juga: Keberuntungan Datang! 4 Zodiak Ini Diprediksi Raih Hoki Besar Hari Ini

"Pukul 07.40 WIT, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban," ujar Arafah dalam keterangan resminya.

Operasi evakuasi ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas Ambon, Polda Maluku, Polresta Ambon, Polsek Teluk Ambon, hingga tim Dokkes Polda Maluku.

Petugas harus bekerja ekstra hati-hati saat memindahkan jenazah dari pilar beton ke perahu karet di tengah kondisi perairan bawah jembatan. 

Setelah berhasil diturunkan dari pilar, jenazah dibawa menggunakan perahu karet menuju tepi pantai sebelum akhirnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Ambon menggunakan ambulans.

Kondisi Fisik Korban

Berdasarkan hasil identifikasi saat proses evakuasi, petugas menemukan luka-luka serius pada tubuh korban yang diduga akibat benturan keras dengan beton pilar jembatan.

"Ditemukan luka robek di kepala bagian belakang, luka pada pinggang, lecet di kaki, serta patah tulang pada lengan kiri," kata Kapolresta Ambon, Kombes Pol. Yoga Putra Prima Setya saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Jumat (20/3/2026).

Korban saat itu masih mengenakan pakaian lengkap berwarna merah muda dan celana hitam.

Operasi SAR Dinyatakan Selesai

Dengan berhasilnya jenazah dievakuasi dan diserahkan ke pihak medis serta keluarga, Operasi SAR resmi ditutup pada pagi hari tersebut.

"Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing. Kami berterima kasih atas sinergi yang cepat sehingga korban bisa segera dievakuasi," tambah Arafah.

Pihak keluarga korban telah menyatakan penolakan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. 

Jenazah kini telah dibawa ke rumah duka di kawasan Lantamal IX, Halong, Ambon. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.