PROHABA.CO - Bulan suci Ramadhan sudah berada di penghujung jalan. Sebentar lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut datangnya hari kemenangan, yakni Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pada pagi hari di tanggal 1 Syawal, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengawali hari raya dengan melaksanakan shalat sunah Idul Fitri.
Shalat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang dilaksanakan oleh umat Islam pada 1 Syawal sebagai penutup ibadah Ramadhan.
Shalat ini menjadi simbol kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Secara umum, pelaksanaan ibadah ini tidak jauh berbeda dengan shalat sunah lainnya.
Perbedaan utamanya hanya terletak pada tambahan jumlah takbir, bacaan tasbih, serta niatnya.
Sebagian umat Islam di Indonesia melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini diikuti oleh sejumlah kalangan, termasuk Muhammadiyah, yang lebih dahulu menetapkan tanggal Lebaran berdasarkan metode hisab.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan bahwa Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perbedaan ini membuat sebagian umat Islam merayakan Lebaran lebih awal, termasuk dalam pelaksanaan salat Idul Fitri.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada Hari Sabtu 21 Maret 2026
Shalat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak 2 rakaat pada pagi hari saat Hari Raya.
Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit sampai menjelang waktu tergelincirnya matahari.
Pelaksanaan shalat Idul Fitri dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri.
Namun, pelaksanaan secara berjamaah lebih dianjurkan karena memiliki keutamaan yang lebih besar serta menjadi syiar umat Islam.
Adapun tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri memiliki beberapa perbedaan dibandingkan shalat pada umumnya, terutama adanya tambahan takbir di setiap rakaat.
1. Takbiratul Ihram
Pada rakaat pertama, shalat dimulai dengan takbiratul ihram yang disertai niat di dalam hati.
2. Membaca Doa Iftitah
Kemudian, jamaah melakukan takbir sebanyak tujuh kali.
Di sela-sela takbir tersebut, dianjurkan membaca pujian kepada Allah SWT.
Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar".
Baca juga: Bacaan Lafal Takbiran Malam Idul Fitri Lengkap Arab, Latin Dan Terjemahnya
3. Membaca Surat Al-Fatihah
Setelah membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca ayat Surat Al-A’la (disunnahkan).
4. Rukuk, I'tidal, Sujud, Duduk di antara dua sujud, lalu berdiri untuk rakaat kedua.
5. Pada rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah.
6. Di antara takbir juga dianjurkan membaca bacaan yang sama seperti di rakaat pertama.
Membaca Surat Al-Fatihah lagi, lalu membaca Surat Al-Ghasiyah (disunnahkan).
7. Rukuk, I'tidal, Sujud, hingga Salam seperti shalat pada umumnya.
8. Setelah salam, jika salat dilakukan berjamaah, dilanjutkan dengan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
Jika salat dilakukan secara berjamaah, maka setelahnya dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri yang terdiri dari dua bagian dan dipisahkan dengan duduk sejenak.
Selain tata cara, niat juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri. Niat ini dibaca dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Shalat Idul Fitri terdiri dari 2 rakaat dengan tambahan takbir di rakaat pertama sebanyak 7 kali dan rakaat kedua sebanyak 5 kali.
Niat Shalat Idul Fitri untuk Imam
Berikut ini lafal niat salat ang dibaca oleh imam saat hendak salat Idul Fitri.
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT."
Niat Shalat Idul Fitri untuk Makmum
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah SWT."
Niat Shalat Idul Fitri untuk Sendiri
Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya, "Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT."
Dengan memahami niat dan tata caranya ini, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan shalat Idul Fitri dengan lebih tenang dan bermakna.
Selamat menyambut hari kemenangan.
Baca juga: Simak! Bacaan Takbir Idul Fitri Pendek dan Panjang yang Perlu Diketahui
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-30 Ramadhan: Dijanjikan Kenikmatan Surga