KISAH Edi Pedagang Siomay Mudik Dorong Gerobak 130 Km Cuma Pakai Sandal dan Bawa Uang Rp40 Ribu
Angel aginta sembiring March 20, 2026 11:54 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Kisah Edi Rasidi (50) pedagang siomay yang mudik jalan kaki sambil dorong gerobak 130 kilometer tengah menjadi sorotan.

Adapun Edi Rasidi pedagang siomay yang mudik jalan kaki sambil mendorong gerobak dari Cilacap menuju Pemalang.

Edi Rasidi jalan kaki sambil dorong gerobak 130 kilometer itu hanya mengenakan sandal dan membawa uang Rp40 ribu.

Ternyata ada alasan pula di balik aksinya tersebut.

Rupanya, ia tengah melaksanakan nazar.

Di gerobak yang ia bawa tertulis tulisan "Aja Ngeluh Ora Due Duit, Mudik Mlaku Taklakoni, Demi Njlaluk Pangapura, Negara Makmur Go Kasab Angel Temen, Demi Sungkem Nyong Mudik Mlaku Cilacap - Pemalang." 

"Saya perjalanan dari Sampang Cilacap tujuan Pemalang," kata Edy, Selasa (17/3/2026) di sela perjalanan di Masjid Darul Najah, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga dilansir Tribun-medan.com dari Tribun Jatim.

Baca juga: AKSI Inara Rusli Minta Maaf ke Mawa Dinilai Cuma Basa-basi dan Tidak Tulus

Gerobak siomay yang didorongnya bukan sekadar alat berdagang, tetapi juga bagian dari rencana hidupnya ke depan.

"Saya menggunakan gerobak, jalan kaki. Tujuannya gerobak ini mau dibawa pulang ke kampung buat jualan juga di sana," ujarnya.

Namun ada alasan lain yang lebih personal di balik perjalanan panjang tersebut.

Edy memiliki nazar untuk berjalan kaki yang dia ikrarkan setelah mengalami kecelakaan sekira dua tahun lalu.

"Nazar itu karena saya dulu pernah kecelakaan di kaki. Dengkul saya sempat lepas karena terkilir."

"Waktu itu satu kaki tidak bisa jalan," tutur dia.

Kecelakaan tersebut terjadi saat ia terjatuh dari motor.

Dalam kondisi itu, Edy sempat bernazar.

Kalau nanti bisa sembuh dan bisa jalan lagi, dia ingin pulang kampung jalan kaki.

Kini, setelah kakinya pulih, nazar itu benar-benar ia jalankan.

Perjalanan dimulai Senin (16/3/2026) sekira pukul 06.00.

Kalau menggunakan motor, perjalanan tersebut sebenarnya tidak terlalu jauh dan sekira tiga jam sudah sampai.

Namun dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak, Edy memperkirakan perjalanan akan memakan waktu jauh lebih lama.

"Kalau jalan kaki saya perkirakan empat hari empat malam," ujarnya.

Baca juga: Ngaku Anak CEO, Terkuak Profesi Ayah Cindy Rizap Dicap Pelakor Suami Maissy Eks Penyanyi Cilik

Dia menargetkan bisa sampai kampung halaman pada Kamis (20/3/2026) malam.

Selama perjalanan, Edy membawa bekal yang sangat sederhana, yaitu tekad. 

Dia bahkan hanya membawa uang saku Rp40 ribu saat memulai perjalanan.

Di sepanjang perjalanan, dia sesekali mendapat bantuan dari orang-orang yang ditemuinya di jalan.

"Alhamdulillah ada yang support di pinggir jalan. Ada sekira satu sampai tiga orang yang langsung membantu," ujarnya.

Dalam perjalanannya, Edy biasanya beristirahat dan bermalam di masjid.

Sejauh ini dia sudah singgah di beberapa tempat.

"Saya baru tiga kali singgah. Pertama di Kalibagor, lalu di Sokaraja, dan sekarang di sini. Tadi malam bermalam di masjid di Sokaraja," ujarnya.

Untuk malam-malam berikutnya, dia juga berencana kembali beristirahat di masjid.

Meski sedang menjalani perjalanan panjang, Edy tetap berusaha menjalankan ibadah puasa.

"Alhamdulillah tetap puasa," ujarnya.

Baca juga: Kejanggalan TNI Ambil Alih Kasus Andrie Yunus dari Polisi, Tanggapan Prabowo Kalau Pelaku Aparat

Namun dia akan menyesuaikan dengan kondisi tubuh.

Sepanjang perjalanan, Edy berjalan menggunakan sandal.

Dia tidak terbiasa menggunakan sepatu. Dia juga tidak membawa dagangan selama perjalanan.

Menurutnya, membawa bahan dagangan justru akan menyulitkan.

"Kalau bawa dagangan nanti repot masaknya, perjalanan sampai empat hari," katanya.

Sebelum memulai perjalanan, ia masih sempat berjualan.

"Terakhir jualan malam Senin, sebelum berangkat pagi," ujarnya.

Kini, dengan gerobak siomay yang terus ia dorong perlahan, Edy menjalani perjalanan panjang itu dengan harapan sederhana, sampai di kampung halaman, menunaikan nazar, dan kembali berkumpul bersama keluarga pada momentum Lebaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.