Juara Piala Carabao: Pijakan Pertama Arteta Wariskan Keabadian Arsenal di Sejarah Inggris
Arif Tio Buqi Abdulah March 20, 2026 12:11 PM

TRIBUNNEWS.COM - Berbagai sajian fakta menarik bakal tercipta jika Arsenal bisa mengalahkan Manchester City dalam perebutan gelar Piala Carabao musim 2025/2026, akhir pekan ini.

Mulai dari terjaganya asa Arsenal memenangkan quadruple alias empat gelar di kompetisi berbeda.

Ada pula berakhirnya paceklik gelar Arsenal hingga catatan impresif yang bakal diukir Mikel Arteta.

Seperti diketahui, Arsenal kini tinggal butuh satu kemenangan lagi untuk mengklaim gelar Piala Carabao musim ini.

Setelah berhasil menyingkirkan Chelsea dengan agregat skor 4-2 di babak semifinal.

Arsenal sudah ditunggu Manchester City di final Piala Carabao yang rencananya akan digelar pada Minggu (22/3/2026) jam 23.30 WIB mendatang.

Stadion Wembley akan menjadi saksi sejarah perjuangan Arsenal dan Manchester City memperebutkan trofi yang dianggap Piala Chiki ini.

TROFI CARABAO CUP - Wujud trofi Carabao Cup. (Foto diunduh dari Instagram Carabao Cup)
TROFI CARABAO CUP - Wujud trofi Carabao Cup. (Foto diunduh dari Instagram Carabao Cup) (Instagram Carabao Cup)

Meskipun prestis turnamen ini tidak terlalu besar, gelar Piala Carabao tetap saja menjadi trofi yang layak diperjuangkan oleh Arsenal dan Manchester City.

Khusus bagi Arsenal, gelar Piala Carabao punya banyak makna berharga, sehingga tidak ada kata lain selain harus berjuang memenangkannya.

Berikut ini fakta menarik yang tersaji andai Arsenal mampu menyegel gelar juara Piala Carabao musim ini yang dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber:

  • Terjaganya Peluang Arsenal Raih Quadruple

Pertama, gelar Piala Carabao bakal membuka jalan Arsenal menuju quadruple pada akhir musim ini.

Ya, Arsenal kini masih menjadi satu-satunya klub Inggris yang masih berpeluang memenangkan gelar di empat kompetisi berbeda musim ini.

Meraih quadruple jelas bukanlah hal mudah yang bisa didapatkan.

Hal itu dibuktikan dengan fakta bahwa belum ada satupun klub Inggris yang pernah mencetak sejarah emas itu dalam dunia sepak bola.

Liverpool era Jurgen Klopp barangkali hampir berkesempatan mengukir sejarah elit itu pada musim 2021/2022.

Hanya saja pada akhir ceritanya, Liverpool hanya bisa meraih gelar Piala FA dan Piala Carabao lewat adu penalti.

Sementara di Liga Inggris dan Liga Champions, Liverpool harus rela sama-sama berada di peringkat kedua klasemen.

Kini, Arsenal tentu perlu belajar dari kegagalan Liverpool meraih quadruple pada musim tersebut.

Andai bisa mengalahkan Manchester City di final Piala Carabao, tak ada yang menyangkal jika gelar turnamen ini bakal menjadi pembuka krusial tim Meriam London memenangkan gelar lainnya pada akhir musim ini.

MERAYAKAN GOL - Pemain Arsenal, Jurrien Timber merayakan gol saat nyekor ke gawang Chelsea di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB.
MERAYAKAN GOL - Pemain Arsenal, Jurrien Timber merayakan gol saat nyekor ke gawang Chelsea di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB. (Arsenal)

Karena jika bisa mengklaim trofi Piala Carabao, mentalitas pemain Arsenal untuk bisa memenangkan tiga gelar lain musim ini bakal semakin terbuka.

Apalagi posisi Arsenal untuk bisa meraih gelar di tiga kompetisi lain, masih sangat memungkinkan.

Di Liga Inggris, Arsenal masih unggul sembilan poin dari Manchester City selaku runner-up, dengan kompetisi menyisakan 7/8 laga lagi.

Di Liga Champions, Arsenal hanya akan bertemu Sporting CP di babak 8 besar, untuk memperebutkan tiket semifinal.

Lalu di Piala FA, Arsenal akan berhadapan dengan Southampton di perempat final.

Berbekal kedalaman skuad yang luar biasa dan konsistensi performanya musim ini, Arsenal jelas punya peluang untuk menciptakan sejarah emas di akhir musim ini.

Salah satunya sejarah memenangkan quadruple alias empat gelar juara di empat kompetisi berbeda.

Sebuah keabadian yang bakal diukir Arsenal jika mereka sampai mampu mewujudkan mimpi ini.

  • Berakhirnya Paceklik Gelar Arsenal

Fakta menarik kedua andai Arsenal bisa memenangkan gelar Piala Carabao ialah berakhirnya paceklik gelar juara yang dirasakan Arsenal.

Setidaknya ada dua sisi yang patut diulas dari makna berakhirnya puasa gelar Arsenal jika bisa menjuarai Piala Carabao musim ini.

Pertama dari sisi sejarah.

Arsenal diketahui sudah sangat lama tidak pernah menisbatkan diri sebagai juara Piala Carabao atau Piala Liga Inggris.

Fakta bahwa Arsenal kerapkali menganggap Piala Carabao sebagai Piala Chiki, barangkali menjadi alasan mereka sudah lama tidak pernah menjadi juara di turnamen ini.

Pelatih kepala Arsenal asal Spanyol Mikel Arteta memegang trofi pemenang saat tim merayakan kemenangan setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Wembley di London, pada 1 Agustus 2020. Arsenal memenangkan pertandingan 2-1.
Catherine Ivill / POOL / AFP
Pelatih kepala Arsenal asal Spanyol Mikel Arteta memegang trofi pemenang saat tim merayakan kemenangan setelah pertandingan final Piala FA Inggris antara Arsenal dan Chelsea di Stadion Wembley di London, pada 1 Agustus 2020. Arsenal memenangkan pertandingan 2-1. Catherine Ivill / POOL / AFP (Catherine Ivill / POOL / AFP)

Arsenal tercatat menjadi pemenang Piala Carabao terakhir kalinya pada edisi 1992/1993, alias hampir 33 tahun silam.

Artinya, jika bisa menjadi juara Piala Carabao musim ini, penantian 33 tahun menunggu gelar turnamen ini otomatis sirna.

Arsenal oromatis juga bakal menambah koleksi daftar gelar Piala Carabao menjadi tiga trofi dalam sejarah.

Sisi kedua ialah berakhirnya puasa gelar Arsenal era pelatih Mikel Arteta.

Sejak mampu mempersembahkan trofi Piala FA pada musim pertamanya bersama Arsenal pada tahun 2020.

Arteta diketahui tidak pernah lagi mempersembahkan gelar juara ke Arsenal, kecuali dua kali trofi Community Shield saja.

Kini, setelah enam tahun berjuang, Arteta berkesempatan untuk mengakhiri puasa gelar timnya dengan memenangkan Piala Carabao musim ini.

  • Catatan Impresif Pelatih Mikel Arteta

Jika Arsenal menjuarai Piala Carabao di Wembley, hal itu kian mempertegas rekor elit Arteta.

Baik sebagai pemain atau pelatih, Arteta tercatat belum pernah sekalipun kalah ketika timnya berjuang di Wembley.

Saat menjadi pemain, Arteta sudah membantu Arsenal menang 4x saat bermain di Wembley, dari empat kesempatan yang ada.

Dua gelar Piala FA dan Comunity Shield menjadi bukti elit Arteta ketika bermain di Wembley, sebagai pemain.

Manajer Arsenal asal Spanyol Mikel Arteta mengangkat trofi setelah Arsenal memenangkan adu penalti setelah pertandingan sepak bola Community Shield FA Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Wembley, di London, 6 Agustus 2023. Arsenal menang setelah adu penalti 4-1- menang, menyusul hasil imbang 1-1 dalam 90 menit.
Manajer Arsenal asal Spanyol Mikel Arteta mengangkat trofi setelah Arsenal memenangkan adu penalti setelah pertandingan sepak bola Community Shield FA Inggris antara Arsenal dan Manchester City di Stadion Wembley, di London, 6 Agustus 2023. Arsenal menang setelah adu penalti 4-1- menang, menyusul hasil imbang 1-1 dalam 90 menit. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Lalu ketika menjadi pelatih Arsenal, Arteta juga belum pernah sekalipun kalah dari tiga kesempatan mendampingi timnya bermain di Wembley.

Tiga kemenangan yang berujung gelar Piala FA (1) dan Comunity Shield (2x) menjadi bukti magis Arteta selaku pelatih ketika timnya bertanding di Wembley.

Artinya, jika Arsenal menang lagi di Wembley, maka catatan sempurna Arteta kian terjaga.

Selain itu, kemenangan di final Piala Carabao musim ini, juga berpotensi membuat Arteta menyamai rekor Arsene Wenger sebagai pelatih dengan jumlah kemenangan terbanyak dalam semusim di sejarah Arsenal yakni 39 kali.

Itulah beberapa fakta menarik yang tersaji jika Arsenal juara Piala Carabao musim 2025/2026.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.