TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Suasana kompleks perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat tampak hidup. Anak-anak bermain riang, sementara sebagian penghuni membuka usaha rumahan skala kecil.
Kompleks yang terdiri dari 2.700 unit hunian ini merupakan bagian dari program 3 juta rumah yang diinisiasi pemerintah di bawah Presiden RI Prabowo Subianto. Adapun serah terima kunci bagi hunian di perumahan tersebut dilakukan pada 29 September 2025.
Kehadiran perumahan ini diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha bagi para penghuninya.
Manfaat tersebut salah satunya dirasakan oleh penghuni rumah bernama Lili. Sebelum menempati perumahan tersebut, ia mengontrak rumah di daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Namun, pada suatu hari, ia mendapatkan brosur berisi rumah subsidi pemerintah dan langsung memutuskan survei ke lokasi. Saat melihat langsung kondisi rumah, Lili mengaku langsung tertarik.
"Senang banget pokoknya, nggak nyangka gitu bisa ambil rumah subsidi setelah bertahun-tahun ngontrak. Alhamdulillah banget program rumah subsidi ini membantu banget buat saya," ujar Lili seperti dikutip dari akun YouTube Penjaga Harapan, dikutip Kamis (19/3/2026).
Ia semakin bersyukur karena program ini memberinya kesempatan untuk mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) tanpa harus menyertakan slip gaji, yang kerap memberatkan pekerja informal seperti dirinya dalam memiliki hunian impian.
Lili juga mengatakan bahwa proses pengajuannya pun terbilang cepat, hanya butuh sekitar dua bulan untuk mendapatkan persetujuan dari bank.
"Ini membantu banget buat saya, soalnya kan bisa dicicil gitu. Buat enggak punya uang yang banyak, tapi kan kita bisa nyicil bayarnya," imbuh dia.
Selain Lili, ungkapan syukur serupa juga terlontar dari Sri, seorang penghuni rumah subsidi yang juga membuka usaha warung kelontong di perumahan tersebut.
Ia awalnya tinggal di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan pindah ke kompleks tersebut pada September 2025. Meski mengaku senang bisa menempati hunian baru, pada awalnya ia sempat merasakan kesepian karena tidak memiliki tetangga.
Namun, seiring waktu, kawasan tersebut mulai ramai dihuni. Melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan warga, Sri pun memberanikan diri membuka usaha.
"Saya di sini jadi punya banyak saudara. Jadi orang-orang kalau kita lewat itu ya menyapa karena jadi kenal gitu. Saya jadi punya banyak tetangga, banyak saudara," jelasnya.
Bagi Sri, rumah subsidi ini tidak hanya memberinya tempat tinggal baru namun juga relasi serta peluang bisnis baru. Oleh karenanya, ia sangat berterima kasih kepada Prabowo atas program tersebut.
"Berterima kasih kepada Bapak Presiden diadakan rumah subsidi di sini, jadi saya bisa buka usaha. Mudah-mudahan yang belum punya rumah bisa punya rumah kayak kita gitu, amin," imbuh dia.
Uang Muka Sekitar Rp1 Juta, Cicilan Ringan
Meski berlabel rumah subsidi, namun hunian di komplet Pesona Kahuripan 10 ini jauh dari kesan sederhana.
Apabila ditengok ke dalam, rumah ini memiliki luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan seluas 60 meter persegi dan dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dan dua jendela di sisi belakang rumah untuk mendukung sirkulasi udara. Bahkan, rumah tersebut juga sudah dilengkapi wastafel dan dapur.
Staf pelayanan konsumen Pesona Kahuripan 10 Dedi Rusliadi mengatakan bahwa masyarakat MBR bisa memiliki rumah layak huni tersebut hanya dengan menyetor uang muka Rp1,85 juta, atau 1 persen dari harga hunian Rp185 juta. Kemudian, masyarakat juga bisa mencicil rumah tersebut mulai dari sekitar Rp1 juta per bulan hingga lunas.
Ia menambahkan, persyaratan kredit juga dibuat lebih fleksibel. Masyarakat tidak diwajibkan melampirkan slip gaji, dan dapat menggunakan Surat Keterangan Usaha (SKU) bagi pekerja informal.
"Jadi syarat ini membantu banget karena 40 persen penghuninya adalah wirausaha," ujar Dedi.