Dari Obat Pelipur Lara hingga Alat Penekan Arsenal, Makna Gelar Piala Carabao untuk Manchester City
Arif Tio Buqi Abdulah March 20, 2026 01:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Laga melawan Arsenal di final Piala Carabao yang akan berlangsung di Stadion Wembley, Minggu (22/3/2026) terasa sangat vital untuk dimenangkan Manchester City.

Setidaknya ada dua alasan krusial Manchester City harus memenangkan trofi Piala Carabao musim ini.

Pertama, gelar Piala Carabao bisa menjadi obat pelipur lara bagi The Citizens.

Seperti diketahui, Manchester City baru saja tersingkir tragis di ajang Liga Champions Eropa.

The Citizens babak belur saat kalah melawan Real Madrid dengan agregat skor 1-5 di babak 16 besar.

Tersingkir langsung di awal fase gugur Liga Champions, jelas menjadi pukulan telak bagi The Citizens.

Hal ini mengingat harapan Manchester City untuk memenangkan gelar kedua Liga Champions, sirna.

Baca juga: Juara Piala Carabao: Pijakan Pertama Arteta Wariskan Keabadian Arsenal di Sejarah Inggris

Tak hanya itu, kegagalan yang diderita Manchester City yang tersingkir di babak 16 besar, membuyarkan harapan mereka meraih quadruple alias empat gelar di semua kompetisi musim ini.

Dengan tersisihnya Manchester City di Liga Champions, maka The Citizens hanya berpeluang meraih gelar di tiga kompetisi berbeda.

MENENDANG BOLA - Aksi winger Manchester City, Jeremy Doku saat melawan Real Madrid pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Manchester City keok 0-3.
MENENDANG BOLA - Aksi winger Manchester City, Jeremy Doku saat melawan Real Madrid pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, pada Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Manchester City keok 0-3. (Manchester City)

Meskipun masih punya peluang meraih gelar di tiga kompetisi, jelas bukan perkara mudah bagi The Citizens untuk memenangkan semuanya.

Hal ini mengingat posisi Manchester City yang tidak ideal untuk mewujudkan hal tersebut.

Di Liga Inggris, Manchester City masih tertinggal sembilan angka dari Arsenal selaku pemuncak klasemen.

Sekalipun Manchester City masih punya satu tabungan laga sisa, inkonsistensi performa yang ditunjukkan The Citizens akhir-akhir ini jadi alarmnya.

Dengan menyisakan 8 laga lagi, Manchester City harus tampil sempurna menyapu bersih semua laga sisa dengan kemenangan, sembari perlu berharap Arsenal terpeleset.

Jelas bukan skenario yang gampang bagi Manchester City yang musim ini tidak punya pemain ajaib seperti Kevin De Bruyne atau Ilkay Gundogan yang jadi pembeda di momen kritis.

Lalu di Piala FA, Manchester City juga harus terlebih dahulu melewati hadangan Liverpool di perempat final, sebelum melangkah lebih jauh di babak selanjutnya.

Maka satu-satunya harapan Manchester City untuk meraih gelar musim ini hanyalah di Piala Carabao.

TROFI CARABAO CUP - Wujud trofi Carabao Cup. (Foto diunduh dari Instagram Carabao Cup) (Instagram Carabao Cup)

Fakta bahwa Manchester City hanya perlu satu kemenangan lagi untuk menyegel gelar Piala Carabao menjadi alasan realistisnya.

Jika Manchester City mampu tampil apik selama 90 menit melawan Arsenal, maka ada peluang The Citizens untuk menjadi pemenang di akhir laga.

Andai skenario itu terjadi, maka setidaknya gelar Piala Carabao bakal menjadi obat pelipur lara Manchester City setelah tersingkir dari ajang Liga Champions, serta belum tentu nasibnya di Liga Inggris maupun Piala FA.

Itulah makna pertama pentingnya Manchester City memenangkan gelar Piala Carabao melawan rival utamanya, Arsenal di final akhir pekan ini.

Gelar Piala Carabao, Alat Penekan Mental Arsenal di Momen Kritis

Selain itu, trofi Piala Carabao juga bisa dijadikan Manchester City sebagai penekan mental Arsenal.

Inilah makna penting kedua Manchester City harus mengalahkan Arsenal di final Piala Carabao.

Melihat performa Arsenal yang begitu konsisten hampir di semua kompetisi musim ini, tentu membuat Manchester City gatal untuk menghentikannya.

Dan salah satu cara paling realistis yang bisa dilakukan Manchester City ialah menjegal harapan Arsenal untuk memenangkan gelar Piala Carabao.

MERAYAKAN GOL - Pemain Arsenal, Jurrien Timber merayakan gol saat nyekor ke gawang Chelsea di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB.
MERAYAKAN GOL - Pemain Arsenal, Jurrien Timber merayakan gol saat nyekor ke gawang Chelsea di Liga Inggris 2025/2026 pada Senin (2/3/2026) dini hari WIB. (Arsenal)

Karena jika bisa mengalahkan Arsenal di final Piala Carabao, Manchester City tidak hanya akan membawa pulang gelar juara turnamen tersebut saja.

Melainkan, membuat Manchester City berpotensi menjatuhkan mental Arsenal di akhir musim ini.

Contohnya, kemenangan atas Arsenal di final Piala Carabao, otomatis membuat harapan tim Meriam London meraih quadruple musim ini seketika ambyar.

Selain itu, mental Arsenal di tiga kompetisi lain terutama Liga Inggris rawan goyah, jika tidak mampu menghandle tekanan setelah final Piala Carabao.

Seandainya hal itu terjadi, jarak sembilan poin yang dimiliki Arsenal terhadap Manchester City di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris bisa saja kekejar.

Momen Manchester City bisa menikung Arsenal di momen kritis perburuan gelar pada musim 2022/2023 dan 2023/2024 tentu bisa diulangi The Citizens pada akhir musim ini.

Itulah dua makna betapa pentingnya kemenangan final Piala Carabao bagi The Citizens.

Kini, Manchester City ditantang untuk bisa mewujudkan hal itu, di tengah kondisi mereka yang babak belur setelah disingkirkan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.

Ekspresi kekecewaan Pep Guardiola ketika Manchester City kena comeback dan ditahan imbang 3-3 oleh Feyenoord, Rabu (27/11/2024).
Ekspresi kekecewaan Pep Guardiola ketika Manchester City kena comeback dan ditahan imbang 3-3 oleh Feyenoord, Rabu (27/11/2024). (Laman UEFA)

Komentar Guardiola Jelang Lawan Arsenal di Final Piala Carabao

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola sendiri menyadari sulitnya memenangkan final Piala Carabao, lantaran timnya harus bertemu Arsenal, yang ia anggap sebagai klub terbaik Eropa dan dunia saat ini.

"Kami akan menghadapi tim terbaik di Inggris, juga di Eropa," ujar Guardiola setelah kalah melawan Real Madrid dan akan menantang Arsenal di final, dilansir Metro.

"Lihat saja hasil mereka di fase liga, mereka finish di posisi pertama, dan hanya kalah tiga atau empat kali musim ini,"

"Arsenal adala yang terbaik, kami harus menantang mereka dengan kondisi kami saat ini,"

"Jadi lihat saja nanti, apalagi kami juga masih akan menghadapi mereka di Premier League, begitulah sepak bola,"

"Terkadang mereka bermain lebih baik, jadi ini cermin bagus bagi kami untuk melihat apa yang harus kami lakukan agar bisa mengalahkan mereka,"

"Laga final ini hanya satu laga, jadi kami akan mempersiapkan diri, mencoba bersaing dan menakar sejauh mana kami bisa bersaing," tambahnya.

Keseruan laga final Piala Carabao antara Arsenal vs Manchester City yang berlangsung di Wembley, dapat anda tonton lewat tayangan Vidio, Minggu (22/3/2026) jam 23.30 WIB.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.